HARNAS.CO.ID – YouTuber sekaligus Musisi Reza Arap memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) pada Senin (26/1/2026) malam. Reza datang guna menjalani pemeriksaan mengenai kematian Selebgram Lula Lahfah.
“(Reza Arap) datang jam 23.00 WIB,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Iskandarsyah kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Iskandarsyah menjelaskan, polisi melayangkan sebanyak 30 pertanyaan kepada kekasih Lula Lahfah itu. Meski begitu, dia belum mengungkapkan lebih lanjut mengenai pemeriksaan yang dijalani Reza Arap.
Iskandarsyah hanya menyebut, Reza menjalani pemeriksaan menjelang waktu subuh.
“(Selesai) jam 03.46 WIB,” ujar Iskandarsyah.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Iskandarsyah mengakui pihaknya memanggil Reza Arap guna diperiksa terkait meninggalnya Selebgram Lula Lahfah di salah satu kamar Apartemen Essence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat (23/1/2026)
Sebab, Reza diduga ada di apartemen itu saat Lula diketahui meninggal.
“Satu saksi (menyebut) dia (Reza Arap) hadir di TKP pada saat (Lula) diinfokan meninggal,” kata Iskandarsyah kepada wartawan, Senin kemarin.
Atas dasar itu, dia menyebut, polisi memanggil Reza Arap untuk dimintai keterangan. Dengan begitu, polisi bisa mengetahui secara rinci mengenai dugaan kehadiran pria bernama asli Reza Oktovian itu di tempat kejadian perkara (TKP) kematian Lula Lahfah.
Iskandarsyah menambahkan, selain Reza Arap, Polres Metro Jaksel sudah memeriksa enam orang saksi yang berada di TKP saat Lula Lahfah ditemukan meninggal. Polisi juga meminta keterangan dari pihak rumah sakit.
“Karena berdasarkan informasi saksi, salah satu saksi, saudari LL ini mengalami gangguan kesehatan. Oleh karena itu, berdasarkan keterangan itu, kami berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk mencari tahu, mengklarifikasi fakta yang ada seperti apa,” ujar Iskandarsyah.
Selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal di Apartemen Essence, Jalan Dharmawangsa X, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat pekan lalu. Perempuan berusia 26 tahun itu dijumpai tak bernyawa di kamar ruang 25 BN lantai 25 Apartemen Essence dalam posisi tidur terlentang berselimut.
“Dengan menggunakan pakai baju kaos putih dan celana pendek warna hitam,” kata Kepala Seksi dan Humas Polres Metro Jaksel Kompol Murodih, Sabtu (24/1/2026).
Murodih menjelaskan, meninggalnya Lula diketahui Jumat malam sekitar pukul 18.00 WIB. Awalnya, kata dia, Chips Securty Apartemen Essence melaporkan adanya mayat di kamar Apartemen Essence lantai 25 BN.
“Kemudian (petugas) piket fungsi melakukan cek TKP, dan menemukan orang dalam keadaan meninggal,” ujar Murodih
Temuan itu lalu dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Cipete Utara,
Polsek Kebayoran Baru.
Lebih lanjut, Murodih mengungkapkan, berdasarkan keterangan Asisten Rumah Tangga (ART) Lula, Asiah, sebelum diketahui meninggal, kamar korban dalam keadaan terkunci. Sang ART lalu meminta bantuan pihak pengelola apartemen untuk membuka pintu.
ART itu sudah curiga dan khawatir almarhumah dalam keadaan sakit. Sebab, Lula pada malam sebelumnya pergi berobat ke dokter bersama sopir sekaligus asisten pribadinya.
Setelah pintu kamar berhasil dibuka, Asiah beserta empat orang dari pihak manajemen Apartemen Essence mendapati Lula dalam kondisi terlentang silang dengan mulut terbuka dan berwana kebiruan. Saat dilakukan pengecekan, denyut nadi dan detak jantung udah tidak bergerak.
Dokter pribadi korban lalu datang untuk memeriksa korban.
Murodih menyebut, tim identifikasi Polres Metro Jaksel telah mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Tim identifikasi dan dokter pribadi menemukan obat.
“Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI,” kata Murodih
Jenazah korban, ujar dia menambahkan, dibawa ke Rumah Sakit (RS) Fatmawati, Jaksel.










