HARNAS.CO.ID – Langkah Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jakarta Selatan (Jaksel) mencegah dan memberantas peredaran narkoba terus digencarkan. Salah satunya melalui implementasi program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) secara terintegrasi di wilayah Jaksel.
“Kami jalankan P4GN melalui pendekatan pencegahan, pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi, serta penegakan hukum dan berorientasi pada pemulihan,” kata Kepala BNN Kota Jaksel Kombes Pol Bambang Yudistira dalam jumpa pers, Senin (22/12/2025).
Dia menjelaskan, upaya yang dilakukan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025 itu sesuai dengan Asta Cita ketujuh Presiden RI Prabowo Subianto guna memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkoba sebagai bagian visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045.
Lebih lanjut, Yudistira memaparkan, terkait bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNN Kota Jaksel menggelar sejumlah kegiatan prioritas nasional. Hal ini antara lain ditandai oleh pembentukan Kelurahan Bersinar, Program Pendidikan Anti Narkoba pada Keluarga, serta Pelatihan Teknis Pendidik Sebaya atau Remaja Anti Narkoba Jakarta Selatan (Ransel).
Kemudian, diseminasi informasi juga dilakukan kepada lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan swasta. Termasuk, kepada jajaran kecamatan dan kelurahan.
Diketahui, Kelurahan Cilandak Barat ditetapkan sebagai lokasi prioritas dalam pembentukan Kelurahan Bersinar dan Program Pendidikan Anti Narkoba pada keluarga. Pasalnya, ujar Yudistira, masyarakat di wilayah Cilandak Barat memiliki kepedulian tinggi terhadap bahaya narkoba.
“Masyarakatnya aktif dan peduli. Di sana juga telah terbentuk relawan atau satgas anti narkoba yang berperan langsung di lingkungannya,” ucap Yudistira.
Ia lantas membeberkan soal program Ransel. Lewat program ini, BNN Kota Jaksel memberikan pelatihan ketahanan diri kepada remaja agar mampu menolak ajakan penyalahgunaan narkoba.
“Materi yang diberikan meliputi penguatan kualitas diri, self defense, pengelolaan stres, serta komunikasi efektif dengan teman sebaya,” ujar Yudistira.
Tak hanya itu, pemberdayaan masyarakat melalui bimbingan teknis life skill di kawasan rawan narkoba juga dijalankan. Konkretnya, pemberdayaan itu dilakukan melalui pelatihan barista atau peracik kopi di Kelurahan Cilandak Barat
“Pelatihan ini melibatkan perwakilan warga dari sejumlah Rukun Warga (RW),” kata Yudistira menambahkan.
Deteksi Dini
BNN Kota Jaksel turut mengedepankan detekai dini sepanjang tahun 2025 ini. Deteksi tersebut melalui tes urine terhadap ribuan orang.
Berdasarkan catatan BNN Kota Jaksel, tes urine sudah dilakukan terhadap 363 orang dari instansi swasta dan 2.546 orang dari instansi pemerintah. Berikutnya, sebanyak 2.554 orang dari instansi pendidikan, serta 53 orang dari masyarakat umum.
Yudistira menyebut, BNN Kota Jaksel juga meraih prestasi seiring hasil Survei Indeks Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN) kategori Sangat Tanggap dengan nilai A (3,30). Selain itu, capaian menyangkut Indeks Kemandirian Partisipasi (IKP) kategori Sangat Mandiri dengan nilai A (3,91).
BNN Kota Jaksel, ujar Yudistira juga memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui Forum Komunikasi P4GN yang melibatkan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta lembaga rehabilitasi komponen masyarakat.
Tak hanya itu, berbagai inovasi berbasis komunitas pun dilakukan, termasuk podcast di kawasan rawan narkoba dan apresiasi terhadap Kelurahan Pondok Labu yang meraih juara Lomba Kampung Tangguh Anti Narkoba tingkat Polda Metro Jaya.
Dalam kesempatan ini, Yudistira turut membeberkan, penyerapan anggaran tahun 2025 mencapai 99,41 persen dengan nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori “Sangat Baik”.
“Capaian ini menunjukkan komitmen kami dalam mempertanggungjawabkan anggaran negara untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat Jakarta Selatan,” kata Yudistira menegaskan.










