HARNAS.CO.ID – Korban tewas imbas banjir di Bali bertambah menjadi 16 orang. Sementara, satu warga dilaporkan masih hilang.
“Merujuk laporan yang dihimpun hingga pukul 17.00 Wita,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Kamis (11/9/2025) malam.
Dia menjelaskan, bertambahnya korban tewas itu setelah tim gabungan menemukan satu orang warga meninggal.
Lebih lanjut, Muhari menyebut, 16 korban tewas itu secara keseluruhan tersebar di sejumlah wilayah Bali yang terdampak banjir.
“(Sebanyak) 10 korban di Kota Denpasar, 2 korban di Kabupaten Jembrana, 3 korban di Kabupaten Gianyar, dan 1 korban di Kabupaten Badung,” kata Muhari.
Sebelumnya, pada Kamis siang, BNPB menyebut, lorban tewas akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali sebanyak 14 orang. Adapun, sebanyak dua warga dinyatakan hilang. Berdasarkan informasi sebelum dinyatakan hilang, kedua warga teridentifikasi berada di Kota Denpasar.
Banjir yang menerjang beberapa wilayah di Bali juga memaksa warga mengungsi BNPB mencatat, warga yang mengungsi tersebar di beberapa titik pos pengungsian.
Berdasarkan pendataan BPBD Provinsi Bali sebanyak 562 warga mengungsi.
“Dengan rincian 327 warga di Kabupaten Jembrana dan 235 warga di Kota Denpasar,” kata Abdul Muhari.
Fasilitas umum, seperti sekolah, balai desa, musala dan banjar dimanfaatkan sebagai pos pengungsian sementara.
“BNPB memberikan bantuan berupa selimut 200 lembar, matras 200 lembar, sembako 300 paket, tenda keluarga 50 unit dan tenda pengungsi 2 unit,” kata dia menambahkan.
Sementara, petugas gabungan masih melakukan upaya tanggap darurat seperti pencarian korban dan pengendalian banjir dan longsor yang berdampak kepada masyarakat.
“Untuk penanganan banjir, BNPB membantu perahu karet dan mesin 1 unit dan pompa air 3 unit.”










