HARNAS.CO.ID – Persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati. Maka, soliditas dan sinergisitas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Kejaksaan dinilai merupakan pilar utama guna menjaga persatuan dan kesatuan NKRI tersebut.
“TNI berperan menjaga kedaulatan dari ancaman luar, Polri memelihara keamanan dan ketertiban dalam negeri, sementara Kejaksaan memastikan tegaknya kepastian hukum,” kata Pengamat Keamanan dan Pertahanan dari Center for Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro saat diskusi ‘Sinergitas TNI-Polri-Kejaksaan dalam Mewujudkan Asta Cita’ yang digelar Jakarta Journalist Center (JJC) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (24/7/2026).
Ngasiman menjelaskan, ketiga institusi tersebut harus terus bergerak selaras dengan peran yang saling menguatkan guna menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.
Lebih lanjut, kata pria yang akrab disapa Simon itu, TNI, Polri dan Kejaksaan juga harus memiliki satu tujuan yang sama seiring kompleksitas tantangan yang ada.
“Mulai dari dinamika geopolitik dan geoekonomi global hingga persoalan pemberantasan korupsi di dalam negeri,” ujar Ngasiman.
Dia pun menegaskan, stabilitas keamanan dan penegakan keadilan tidak bisa dipisahkan dari kelancaran agenda pembangunan nasional. Sebab, tanpa adanya jaminan dari ketiga sektor tersebut, visi kemajuan negara akan sulit tercapai.
“Stabilitas dan keadilan adalah syarat utama pembangunan. Tidak akan ada kemajuan tanpa rasa aman dan kepastian hukum,” ujar Ngasiman memaparkan.
Selain itu, Ngasiman turut mengingatkan, upaya menjaga persatuan bukanlah tanggung jawab eksklusif penegak hukum dan aparat keamanan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen masyarakat.
Mengingat, ucap dia menambahkan, langkah membangun sinergi lintas komponen bangsa merupakan prasyarat mutlak untuk membangun Indonesia yang tangguh.
“Membangun soliditas dan sinergisitas dengan seluruh komponen bangsa merupakan pilar penting dalam membangun Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, kesatuan dan persatuan adalah prasyarat utama,” kata dia.
Ngasiman optimistis dengan menyatukan kekuatan dari berbagai sisi, Indonesia akan mampu mengoptimalkan seluruh potensi.
“Kita akan mampu mengolah potensi unggulan nasional guna membangun bangsa dan negara yang kuat dan tangguh demi mewujudkan Indonesia maju, berdaulat, adil, dan makmur untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Ngasiman.










