Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

OTT Gubernur Kalsel, KPK Sita Uang Rp12 Miliar dan USD 500

by Fadlan Butho
08/10/2024
Nurul Ghufron: KPK Siap Berantas Mafia Tambang

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nurul Ghufron | IST

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang Rp12 miliar dan US$ 500 diduga merupakan bagian dari fee 5% untuk Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor (SHB) terkait pekerjaan di Dinas PUPR Kalsel. 

Duit tersebut disita untuk barang bukti yang diamankan dari operasi tangkap tangan (OTT) Tim Satgas KPK, di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Total sekitar Rp12 miliar dan USD500,” kata Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/10/2024). Uang yang disita atau diamankan Tim KPK, ditemukan dari empat orang berbeda.

Dari Ahmad (bendahara Rumah Tahfidz Darussalam, sekaligus pengepul uang/fee), diamnkan satu buah kardus coklat berisikan uang Rp1 Miliar. Satu buah tas duffel warna hitam berisi uang Rp1,2 Miliar.

Satu buah tas ransel warna hitam berisikan uang Rp1 Miliar. Satu buah kardus kuning dengan foto wajah “Paman Birin” panggilan akrab Sahbirin Noor

berisikan uang Rp800 juta. Satu buah kardus bertuliskan “atlas” berisi uang Rp1,2 Miliar, dan satu buah kardus air mineral berisi uang Rp710 juta.

Kemudian dari Yulianti Erlynah (Kabid CK, Dinas PUPR Kalimantan Selatan); rinciannya, satu buah koper warna merah berisikan uang sejumlah Rp1 Miliar, satu buah koper warna pink berisikan uang sejumlah Rp1,3 Miliar.

Satu buah koper warna hijau bertuliskan YUL 3 yang berisikan uang sejumlah Rp1Miliar, satu buah koper warna hijau bertuliskan YUL 4 yang berisikan uang Rp350.000.000. Selain uang, KPK mengamankan 4 bundle dokumen yang diduga terkait dengan perkara, serta dua lembar post it berwarna kuning bertuliskan “Logistik Paman: 200 juta, Logistik Terdahulu: 100 juta, logistik BPK: 0,5%.

Dari pihak swasta, Sugeng Wahyudi (YUD), satu lembar slip setoran/transfer/kliring/inkaso Bank Kalsel berwarna merah muda dengan keterangan “setoran tunai Rp600.000.000,00.

Kemudian dari Agustya Febry Andrean (Plt. Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalimantan Selatan); KPK mengamankan satu buah koper warna pink berisikan uang sejumlah Rp1 Miliar.

Satu buah koper warna merah berisikan uang sejumlah Rp1 Miliar. Satu buah koper warna abu-abu berisikan uang sejumlah Rp1 Miliar. Satu buah kresek hitam besar yang berisi uang sejumlah USD500 dan Rp236.960.000.

“Bahwa terhadap sejumlah uang lainnya yang ditemukan oleh Penyelidik KPK pada YUL, FEB dan AMD dengan total sekitar Rp12 miliar (Rp12.113.160.000,00) dan USD500,00 merupakan bagian dari fee 5% untuk SHB terkait pekerjaan lainnya di Dinas PUPR Provinsi Kalsel,” kata Ghufron.

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), Sahbirin Noor telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di Provinsi Kalsel tahun 2024-2025.

Kasus ini terbongkar melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Minggu (6/10/2024).

“Telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024-2025 dan setuju untuk dinaikkan ke tahapan penyidikan terhadap SHB (Gubernur Kalimantan Selatan),” ujar Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron dalam jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Selain Sahbirin Noor, dalam perkara ini KPK resmi menetapkan enam orang lainnya sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa Penerimaan Hadiah atau Janji, oleh Penyelenggara Negara atau yang Mewakilinya di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024-2025.

Ada pun mereka yang ditetapkan sebagai tersangka adalah, Ahmad Solhan (Kadis PUPR Kalimantan Selatan); Yulianti Erlynah (Kabid CK, Dinas PUPR Kalimantan Selatan); Ahmad (bendahara Rumah Tahfidz Darussalam, sekaligus pengepul uang/fee); Agustya Febry Andrean (Plt. Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalimantan Selatan); Sugeng Wahyudi (Swasta); Andi Susanto (Swasta).

“KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap 6 Tersangka untuk 20 hari, terhitung mulai tanggal 07 Oktober 2024 sampai denga. 26 Oktober 2024,” ujar Ghufron. 

 

 

Previous Post

Jadi Tersangka Proyek PUPR, Gubernur Kaltim Sahbirin Noor Diduga Terima Fee 5 Persen

Next Post

Korupsi Pencairan Kredit Usaha, KPK Tetapkan Lima Tersangka, 4 dari BPR Bank Jepara Artha

Related Posts

Soal Fee Percepatan Haji, Saksi Pastikan Tak Ada Duit Mengalir ke Yaqut
Hukum

Soal Fee Percepatan Haji, Saksi Pastikan Tak Ada Duit Mengalir ke Yaqut

Jaksa Beberkan Bukti, Fee Percepatan Haji Dipakai Beli Rumah hingga Fortuner
Hukum

Jaksa Beberkan Bukti, Fee Percepatan Haji Dipakai Beli Rumah hingga Fortuner

Tetapkan 8 Tersangka, KPK Tahan Fahd A Rafiq hingga Presdir Summarecon
Hukum

Begini Peran 4 ‘Orang’ Kepercayaan Nusron di Kasus BPN dan Summarecon

Tetapkan 8 Tersangka, KPK Tahan Fahd A Rafiq hingga Presdir Summarecon
Hukum

Kapan Nusron Wahid? padahal Empat Orang Kepercayaan Jadi Tersangka Kasus BPN

Leave Comment

Terkini

Polsek Mampang Bekuk Pengedar Sabu: Serbuk Haram Dikirim dari Lapas, Sasar Tempat Hiburan Kemang

Polsek Mampang Bekuk Pengedar Sabu: Serbuk Haram Dikirim dari Lapas, Sasar Tempat Hiburan Kemang

Jaksa Beberkan Bukti, Fee Percepatan Haji Dipakai Beli Rumah hingga Fortuner

Gus Alex Pinjam Rp500 Juta ke Bawahan, Uangnya dari Fee Percepatan Kuota Haji

Begini Respons Menteri Hadi Tjahjanto soal Mafia Tanah di Kotabaru

Sidang Korupsi Haji, Ada Permintaan Uang Rp500 Juta untuk Pimpinan & Panja Komisi VIII DPR

Disebut Memperkaya Diri US$ 271.500, Yaqut: Itu Asumsi yang Terima Uang Orang Lain, Saya yang Didakwa

Ini Kode Pembagian Fee Percepatan Haji, “1” Yaqut, “2” Gus Alex

Duo Pengangguran Belasan Kali Curi Motor, Tepergok Polisi Kala Beraksi di Warkop Mampang

Duo Pengangguran Belasan Kali Curi Motor, Tepergok Polisi Kala Beraksi di Warkop Mampang

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.