HARNAS.CO.ID – Universal Institute of Professional Management (UIPM) dan Institute for Development of Policy and Local Partnership (IDP-LP) menjalin kemitraan. Langkah yang diwujudkan melalui program Youth Diplomatic Global School (YDGS) itu bertujuan memacu keterampilan pelajar dalam memahami isu-isu global.
“Program ini sangat tepat diluncurkan di tengah berbagai persoalan global yang terjadi saat ini. Atas dasar itu menjadi relevan bagi pelajar untuk sejak dini memahami isu global,” kata Head Ambassador Kingdom of Prussia untuk Indonesia Prof. Dr. Prince Mohammad Soleh Ridwan dalam keterangannya dikutip Jumat (27/9/2024).
Ridwan mengemukakan hal itu saat penandatangan nota kesepahaman menyangkut program YDGS, belum lama ini.
Dia menjelaskan, pemahaman sejak remaja tentang isu global bisa menjadi upaya membangun perdamaian dunia. Mengingat, peran remaja saat ini tidak bisa ditempatkan pada konteks lokal atau nasional saja. Remaja saat ini secara naluri alamiahnya bertumbuh dalam konteks global.
“Youth Diplomatic Global School juga didukung Royal Society International Kingdom of Prussia. Maka itu saya sebagai head ambassador UIPM United Nations (UN) Economic and Social Counsil (ECOSOC) berinisiatif pula mendukung gagasan tersebut,” ujar Ridwan memaparkan
Terungkap pula, gagasan YDGS itu juga sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs) United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melakukan kolaborasi ke berbagai negara dan keluarga bangsawan nasional dalam menciptaan perdamaian dan kemanusiaan. Hal demikian sejalan dengan pembentukan PBB yang dituangkan dalam 17 program SDGs.
Ridwan pun mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.
“Program ini relevan pula untuk mahasiswa, akademisi dan khalayak umum, agar ikut aktif memahami program SDG’s sekaligus memahami isu-isu global,” ujar Ridwan.
Dia menambahkan, implementasi SDGs telah menjadi komitmen bangsa-bangsa, sebagai upaya membangun peradaban manusia yang lebih baik. Upaya ini dipastikan membutuhkan kehadiran remaja-remaja berkapasitas global.
“Singkatnya semangat Bhinneka Tunggal Ika dan program SDGs menjadi akselerasi terwujudnya prinsip equity, solidarity dan universality.”
Sementara, Direktur IDP-LP Riko Noviantoro mengatakan, program YDGS memang dirancang menghadirkan remaja Indonesia yang siap berkiprah pada pentas global. Selain itu, menjadi duta perdamaian, duta dialog lintas negara bahkan menjadi diplomat masa depan.
Program YDGS, kata Riko melanjutkan, bakal diikuti pelajar SMA atau yang sederajat. Pelajar yang ikut program ini dilatih pengetahuan dan keterampilan dalam memahami isu luar negeri. Peserta mendapatkan pembekalan dari para ahlinya yang kemudian diajak mengikuti simulasi persidangan di kantor PBB.
Kerjasama IDP-LP dan UIPM UN Ecosoc, ujar Riko, harapannya mampu memberikan nilai tambah kualitas pribadi remaja Indonesia pada masa depan. Termasuk, mengasah kemampuan remaja Indonesia untuk bisa memainkan peran Indonesia lebih optimal di kancah global.
“Yakinlah remaja Indonesia bisa menjadi penggerak perdamaian dunia di masa depan,” kata Riko.
Penulis: Aria Triyudha










