HARNAS.CO.ID – Satu keluarga manusia gerobak asal Depok, Jawa Barat (Jabar) terjaring operasi penertiban Penyandang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di kawasan Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan (Jaksel).
“Dari hasil pendataan, PPKS yang kami amankan merupakan satu keluarga yang beralamat di wilayah Cilodong, Depok,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jaksel Nanto Dwi Subekti melalui keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).
Lebih lanjut, Nanto menjelaskan, keluarga manusia gerobak itu diamankan kala petugas menggelar operasi menjelang waktu berbuka puasa di kawasan Jalan Tebet Barat Raya, Jaksel, Jumat (6/3/2026). Terungkap, ujar Nanto, keluarga itu terdiri dari pasangan suami istri E (75) dan YS (43) serta dua anak mereka, MAR (12) dan MAA (5).
Diketahui, mereka beralamat di Jalan Revolusi, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jabar.
Oleh petugas, keluarga itu dibawa menggunakan kendaraan operasional Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan untuk diarahkan ke panti sosial. Langkah ini bertujuan agar ayah-ibu dan kedua anaknya mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Nanto mengungkapkan, operasi PPKS tak hanya menyisir sejumlah ruas jalan lain di kawasan Tebet, antara lain, Jalan Dr Prof Soepomo, Jalan MT Haryono, Jalan Tebet Timur Raya, Jalan KH Abdullah Syafei, serta Jalan Dr Saharjo.
Hasilnya, empat unit gerobak beserta barang-barang milik PPKS diamankan dan kemudian dibawa ke Gudang Satpol PP Jaksel.
Menurut Nanto, operasi penertiban PPKS dilakukan rutin bersama Suku Dinas Sosial guna menciptakan ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
Selain itu, operasi tersebut bagian tindak lanjut dari instruksi Gubernur DKI Jakarta untuk menertibkan PPKS, antara lain, manusia gerobak yang kerap bermunculan menjelang Ramadan hingga Idul Fitri.
“Manusia gerobak yang biasanya meningkat saat Ramadan dan Idul Fitri,” kata Nanto.
Intensifkan Pengawasan
Sementara, Kepala Suku Dinas Sosial Jaksel, Bernard Tambunan memastikan, pihaknya mengintensifkan pengawasan dan penjangkauan terhadap PPKS selama bulan Ramadan.
Merujuk data rekapitulasi penjangkauan yang dilakukan pada 19 hingga awal Maret 2026, sebanyak 30 PPKS berhasil dijangkau dari berbagai lokasi di Jaksel.
PPKS yang terjaring terdiri dari kelompok gelandangan dan pengemis. Petugas juga menemukan PPKS dengan kategori terlantar dan penyandang disabilitas mental.
PPKS yang terjaring didata dan diarahkan ke panti sosial atau diberikan pembinaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing agar tidak kembali ke jalanan.
“Semoga memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengentaskan persoalan kesejahteraan sosial di Jaksel. Mari jadikan Ramadan ini penuh kebahagiaan dan saling menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Bernard.










