HARNAS.CO.ID – Kisah pilu Alvaro Kiano Nugroho yang terungkap meninggal lantaran dihabisi ayah tirinya setelah dilaporkan hilang selama delapan bulan tak dimungkiri sempat memantik keprihatinan publik. Oleh pihak keluarga, Alvaro kemudian dimakamkan di kawasan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel), Kamis (4/12/2025) lalu.
Seiring hal itu, pihak kepolisian pun tetap menaruh perhatian dan kepedulian terhadap keluarga almarhum bocah enam tahun tersebut. Tak terkecuali hingga kini yang terhitung sudah melewati masa 40 hari pascajenazah Alvaro dimakamkan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan melalui Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam memastikan pendampingan menyangkut trauma healing serta bantuan sosial masih diberikan secara berkesinambungan kepada keluarga almarhum Alvaro.
“Meski telah 40 hari berlalu sejak pemakaman almarhum Alvaro, perhatian dan kepedulian kami tidak berhenti. Kami ingin memastikan keluarga tetap mendapatkan dukungan, baik secara moril maupun psikologis,” kata Kompol Seala dikutip Rabu (14/1/2026).
Kompol Seala menjelaskan, langkah itu bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya kepada warga yang mengalami duka mendalam. Pendampingan bertujuan membantu keluarga memulihkan kondisi psikologis pascakehilangan anggota keluarga tercinta.
“Sehingga keluarga yang ditinggalkan dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih tenang,” ucap Seala.
Lebih lanjut, tak hanya trauma healing, jajaran Polsek Pesanggrahan juga menyalurkan bantuan sebagai bentuk empati dan solidaritas. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga sekaligus menjadi penguat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Jaksel.
Kompol Seala turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum serta warga sekitar yang dinilai telah menunjukkan kepedulian dan kebersamaan selama masa duka.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan warga yang terus saling mendukung. Sinergi dan kepedulian seperti inilah yang menjadi kekuatan kita bersama dalam menghadapi situasi sulit,” ujar Seala menambahkan.









