HARNAS.CO.ID – Suasana haru menyelimuti halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan (Jaksel), Jalan Prapanca Raya Nomor 9, Kebayoran Baru, Jumat (29/5/2026) sore.
Pasalnya, ratusan aparatur sipil negara (ASN) level pejabat, staf, hingga petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) yang bertugas di kantor Wali Kota Jaksel dan wilayah tersebut berkumpul untuk melepas Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar.
Ya, Anwar mengakhiri jabatannya sebagai Wali Kota Jaksel lantaran memasuki masa purna tugas atau pensiun.
Wali Kota Jaksel Muhammad Anwar hadir ke tengah prosesi pelepasan didampingi sang istri, Diah Anwar. Tampak juga Wakil Wali Kota Jaksel Ali Murtadho dan Sekretaris Kota Muklisin mengiringi langkah terakhir Muhammad Anwar yang memimpin Jaksel selama satu tahun terakhir.
Kehadiran Anwar dan istri disambut tepuk tangan. Tak sedikit pula, pegawai hingga petugas PPSU merekam momen itu dengan handphone.
Tak lama berselang, Anwar menyampaikan sambutan perpisahan
“Bapak ibu yang saya cintai dan banggakan, hari ini menjadi langkah terakhir saya di tengah keluarga Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan sebagai wali kota,” ujar Anwar memulai kata sambutannya dengan suara berat dan mata berkaca-kaca.
Kontan saja, suasana haru semakin mengemuka di halaman kantor Wali Kota Jaksel. Mereka yang hadir tak sadar meneteskan air mata.
Lebih lanjut, Anwar menilai, acara perpisahan tersebut tak sekadar akhir masa jabatan. Mengingat, ada banyak cerita yang terukir selama dirinya memimpin Jaksel.
“Bagi saya, Jakarta Selatan tidak sekadar tempat bekerja dan mengabdi, tetapi sudah seperti rumah. Semua di sini sudah saya anggap sebagai keluarga,” ujar Anwar.
Pria yang pernah menjabat Wali Kota Jakarta Timur itu mengatakan, tidak mudah mengucapkan salam perpisahan. Sebab, terlalu banyak kenangan, perjuangan, tawa, dan lelah yang telah dilalui bersama.
Anwar pun tak kuasa menahan tangis. Seraya menyeka air mata, ia berujar akan mengingat setiap kenangan, kerja sama, dan doa selama bertugas sebagai Wali Kota Jaksel.
Lelaki yang pada Kamis, 28 Mei 2026 lalu genap berusia 60 tahun ini menganggap kedekatannya dengan pegawai dan jajaran di Pemerintah Kota Jaksel bukan sekadar hubungan formal antara atasan dan bawahan.
“Saya merasa sebagai bagian dari mereka. Ini adalah keluarga besar saya. Waktu satu tahun terasa seperti sepuluh tahun di Jakarta Selatan. Artinya kami sudah saling menjiwai, seolah-olah kami satu darah,” ucap Anwar.
Kendati demikian, mantan Camat Cempaka Putih itu menyadari masa jabatannya sebagai Wali Kota Jaksel telah usai merujuk Surat Keputusan (SK) yang diterimanya.
Seiring suasana yang kian haru, Anwar masih sempat mengungkapkan cerita ringan hingga menuai senyum mereka yang hadir. Menurut Anwar, dirinya bersyukur masih diminta menandatangani dokumen gaji pegawai beberapa saat sebelum meninggalkan kantor Wali Kota Jaksel.
Tak lupa, Anwar berpesan agar seluruh pegawai hingga PPSU selalu menjaga kekompakan, profesionalitas, dan semangat gotong royong. Anwar berharap, seluruh hal baik yang pernah dirinya tanamkan tetap berlanjut.
“Jaga selalu kebersamaan, semangat gotong royong, termasuk kemitraan dengan rekan-rekan media,” ucap Anwar.
Adapun Wakil Wali Kota Jaksel Ali Murtadho mengungkapkan rasa kehilangan seiring berakhirnya kepemimpinan Muhammad Anwar.
Sebab, Ali menilai, Anwar bukan sekadar sosok pemimpin. Namun juga, sebagai orang tua, senior.
“Banyak teladan serta ilmu yang beliau ajarkan,” kata Ali.
Dia memandang, banyak gebrakan dan capaian pembangunan yang berhasil diwujudkan di Jaksel selama masa kepemimpiman M Anwar. Sebagai contoh, kata Ali, mulai dari pembangunan embung, gedung kantor, hingga masjid.
Tak hanya itu, Anwar juga diketahui sosok yang cepat tanggap dalam menangani persoalan bersifat mendesak.
Meski begitu, Ali tetap merasa belum maksimal membantu Anwar selama menjabat sebagai Wali Kota Jaksel.
“Saya sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Pak Anwar karena belum membantu secara maksimal,” ucap Ali.










