Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Kesra

Sejumlah Dugaan Persoalan Ubhara Jaya Beredar di Medsos, Polri Diminta Turun Tangan

by Aria Triyudha
29/08/2026
Sejumlah Dugaan Persoalan Ubhara Jaya Beredar di Medsos, Polri Diminta Turun Tangan

Ilustrasi sivitas akademika dosen, karyawan dan mahasiswa Ubhara Jaya mendesak penuntasan sejumlah dugaan persoalan yang mengemuka di Ubhara Jaya. (Foto: Tangkapan layar video/Instagram ubhara_perjuangan)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Sebuah surat terbuka berisi sejumlah dugaan persoalan yang disebut terjadi di lingkungan kampus beredar melalui Instagram Story akun @ubhara_perjuangan. Hal ini diduga terkait dengan gejolak internal yang sedang menerpa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya).

Seperti dikutip Sabtu (29/8/2026), isi surat itu menyibak sejumlah hal, mulai persoalan kesejahteraan dosen, kegiatan mahasiswa, tata kelola akademik hingga tudingan penyimpangan penggunaan anggaran.

Surat yang mengatasnamakan “Sivitas Akademika Dosen, Karyawan dan Mahasiswa Ubhara” itu ditujukan kepada Ketua Pengawas Yayasan Brata Bhakti Polri, Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti Polri, Ketua Pengurus Yayasan Brata Bhakti Polri, serta alumni Ubhara.

“Kami sivitas akademika dosen, karyawan dan mahasiswa Ubhara yang sangat mencintai Ubharajaya, merasa prihatin dengan situasi akademik saat ini di Ubharajaya,” tulis surat tersebut.

Informasi diperoleh, sedikitnya 25 butir persoalan dipaparkan. Meski begitu, tudingan-tudingan itu belum dapat diverifikasi. Selain itu, belum diketahui identitas individu yang menyusun maupun bertanggung jawab atas surat tersebut.

Terungkap, salah satu tudingan paling serius menyangkut dugaan penyalahgunaan anggaran oleh pimpinan universitas. Isi surat turut mempertanyakan pengelolaan keuangan yang disebut sangat tersentralisasi serta tidak transparan.

Selanjutnya, keluhan lain menyangkut kehidupan akademik sehari-hari. Sang pengunggah menuding kegiatan mahasiswa terganggu karena anggaran rektorat tidak jelas dan terlambat diberikan. Dengan begitu, mahasiswa disebut harus lebih dulu menggunakan uang guna membiayai kegiatan.

Kondisi dosen dan tenaga kependidikan mendapat porsi besar dalam surat tersebut. Sebab, honor sejumlah kegiatan akademik disebut terlambat dibayarkan hingga berbulan-bulan. Termasuk, gaji pokok dosen yang bahkan diklaim tidak mengalami kenaikan selama belasan tahun.

Surat tersebut juga memuat klaim lebih dari 100 dosen telah mendapatkan surat peringatan yang disebut-sebut berujung pada pemotongan penghasilan. Beberapa dosen dan tenaga pendidik bahkan diklaim sudah diberhentikan tanpa melalui proses semestinya sesuai peraturan ketenagakerjaan.

Setelah itu, isi surat menyinggung dugaan penggunaan uang kampus untuk kepentingan pribadi. Mulai pembangunan kos-kosan hingga pembelian mobil. Terdalat pula tudingan mengenai pengangkatan anggota keluarga pimpinan dalam jabatan strategis kampus.

Para penyusun surat juga menyoroti kondisi sarana perkuliahan. Hal ini bisa dilihat oleh ruang kelas yang dinilai belum memenuhi standar, fasilitas laboratorium diklaim usang Adapun, jaringan WiFi kampus dianggap tidak memadai untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa.

Perubahan statuta universitas ikut dipersoalkan. Pengunggah menduga perubahan dilakukan untuk mempertahankan kekuasaan pimpinan. Posisi pimpinan universitas yang disebut sekaligus menduduki jabatan Ketua Senat Universitas pun dipersoalkan dari sisi etika akademik.

Dalam salah satu poin, muncul pula tudingan mengenai penyelenggaraan acara reuni SMA dan angkatan tertentu di lingkungan kampus dengan menggunakan fasilitas serta anggaran universitas. Kendati kegiatan semacam itu dinilai tak terkait kegiatan akademik.

Tak lupa, para penyusun surat meminta keluarga besar Polri turun tangan. Mereka secara khusus meminta penyelidikan dan audit menyeluruh terhadap pimpinan Ubhara Jaya. Pasalnya, apabila para pimpinan Polri, pembina dan pengawas tidak mengambil tindakan, maka hal itu akan menjerumuskan mahasiswa dan menghancurkan Ubhara Jaya yang dibangun oleh Irjen Pol (Purn.) Prof. Koesparmono Irsan.

Penyusun surat pun mengaku memang tidak mencantumkan nama. Mereka mengeklaim terdapat risiko ancaman fisik, psikis, administratif dan kriminalisasi.

Surat itu sendiri mencantumkan daftar tembusan cukup panjang, antara lain, pimpinan Komisi X DPR RI, Kapolri, Badan Intelijen Negara (BIN), Ketua PP Polri, LLDIKTI Wilayah III, Kemdiktisaintek dan Kementerian Ketenagakerjaan. BEM Ubhara Jaya, Ikatan Alumni Ubhara Jaya, dosen dan karyawan yang disebut telah diberhentikan, serta purnawirawan Polri juga tercantum sebagai pihak yang menerima tembusan.

Ubhara Jaya sendiri merupakan perguruan tinggi swasta di bawah Yayasan Brata Bhakti. Keterangan resmi universitas menyatakan, Irjen Pol (Purn) berinisial BK dilantik sebagai Rektor Ubhara Jaya periode 2026–2030 pada 31 Maret 2026.

Pelantikan dilakukan berdasarkan SK Ketua Pembina Yayasan Brata Bhakti Nomor SKEP/21/III/2026/YBB tertanggal 13 Maret 2026.

Publikasi resmi kampus mengenai pelantikan itu menyebut, kepemimpinan periode baru justru dirancang memperkuat standar penjaminan mutu. Selain itu, langkah memperluas kolaborasi internasional dan melanjutkan transformasi Ubhara Jaya menuju perguruan tinggi berdaya saing global.

Sementara, aktivitas akademik dan kelembagaan tetap berlangsung yang diperlihatkan melalui situs resmi Ubhara Jaya. Pada Agustus 2026, kampus ini antara lain masih menggelar sidang promosi doktor, mengikuti kegiatan LLDIKTI Wilayah III dan mempublikasikan sejumlah prestasi mahasiswa.

Namun, sejumlah persoalan yang saat ini mencuat di medsos tetap memerlukan klarifikasi terbuka. Tudingan yang disampaikan bukan persoalan ringan. Sebagian menyangkut dugaan pelanggaran tata kelola keuangan, ketenagakerjaan dan tata kelola perguruan tinggi yang kebenarannya semestinya dapat diuji melalui dokumen serta audit.

Previous Post

Kepala Daerah Dipandang sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan

Related Posts

Refleksi Setahun Demo Berdarah Agustus 2025
Global

Refleksi Setahun Demo Berdarah Agustus 2025

Ringankan Beban Pedagang Martabak Korban Pencurian, Kapolsek Pesanggrahan Beri Tali Asih dan Borong Habis Dagangan
Nusantara

Ringankan Beban Pedagang Martabak Korban Pencurian, Kapolsek Pesanggrahan Beri Tali Asih dan Borong Habis Dagangan

Soliditas TNI, Polri dan Kejaksaan Pilar Utama Jaga Kedaulatan NKRI, Pengamat: Harus Saling Menguatkan
Politik

Soliditas TNI, Polri dan Kejaksaan Pilar Utama Jaga Kedaulatan NKRI, Pengamat: Harus Saling Menguatkan

Dosen Politani Payakumbuh Hadirkan Mesin Pengaduk dan Digital Marketing, UMKM Kerupuk Merah Siap Naik Kelas
Advertorial

Dosen Politani Payakumbuh Hadirkan Mesin Pengaduk dan Digital Marketing, UMKM Kerupuk Merah Siap Naik Kelas

Leave Comment

Terkini

Sejumlah Dugaan Persoalan Ubhara Jaya Beredar di Medsos, Polri Diminta Turun Tangan

Sejumlah Dugaan Persoalan Ubhara Jaya Beredar di Medsos, Polri Diminta Turun Tangan

Kepala Daerah Dipandang sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan

Kepala Daerah Dipandang sebagai Petarung di Tengah Lima Tantangan

Konsisten Berinovasi, Polsek Pesanggrahan Toreh Prestasi Kembali Masuk Nominasi Kompolnas Award

Konsisten Berinovasi, Polsek Pesanggrahan Toreh Prestasi Kembali Masuk Nominasi Kompolnas Award

Ruben Onsu Batal Diperiksa sebagai Tersangka di Polres Jaksel Hari Ini, Ada Apa?

Ruben Onsu Batal Diperiksa sebagai Tersangka di Polres Jaksel Hari Ini, Ada Apa?

Tuai Dukungan Tokoh Nasional, GIHES 2026 Didorong Jadi Momen Transformasi Perkuat Pendidikan Berbasis Pesantren

Tuai Dukungan Tokoh Nasional, GIHES 2026 Didorong Jadi Momen Transformasi Perkuat Pendidikan Berbasis Pesantren

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.