HARNAS.CO.ID – Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyampaikan sikap tegas atas pernyataan Feri Amsari yang menyebut keberhasilan swasembada pangan sebagai “kebohongan publik”.
Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan tersebut tidak berdasar, menyesatkan, serta berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Narasi tersebut juga dinilai melukai petani dan pedagang, sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Koordinator Aksi, Aiman Adnan, menegaskan pernyataan tersebut tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ia menilai, pernyataan Feri Amsari tidak berdasar, itu berpotensi menyesatkan publik, memicu keresahan, serta merusak kepercayaan masyarakat terhadap upaya bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Pernyataan seperti ini tidak hanya menyesatkan, tetapi juga merendahkan kerja keras petani dan pedagang di seluruh Indonesia. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas,” ujar Aiman Adnan.
Ia menambahkan, tudingan yang tidak berbasis data berpotensi memecah belah bangsa dan menyesatkan informasi yang diterima oleh masyarakat.
“Jangan sampai opini yang tidak berdasar justru memicu keresahan publik dan merusak persatuan bangsa. Kami meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan pihak yang diduga menyebarkan hoaks tersebut,” tegasnya.
Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyampaikan beberapa poin sikap sebagai berikut:
Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani mendesak aparat penegak hukum untuk segera menindak tegas dugaan penyebaran informasi hoaks yang merugikan publik. Aliansi juga meminta Kepolisian segera menangkap Feri Amsari dan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menilai pernyataan Feri Amsari sebagai bentuk provokasi yang berpotensi menciptakan kegaduhan publik. Aliansi juga menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan adalah nyata dan dirasakan langsung oleh petani serta pedagang di seluruh Indonesia.
Selain itu, Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional. Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar serta tetap menjaga persatuan.
Tani Merdeka Indonesia dan Aliansi Masyarakat Petani memaparkan data Badan Pangan Nasional yang menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025 dengan produksi mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian itu menghasilkan surplus beras sebesar 3,52 juta ton, sehingga Indonesia tidak melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2025. Selain itu, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,24 juta ton pada akhir tahun, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah cadangan beras nasional.
“Ini bukan sekadar klaim. Ini fakta di lapangan. Produksi meningkat, stok tersedia, dan masyarakat bisa mengakses pangan dengan baik,” kata Aiman.
Aiman menyerukan kepada aparat penegak hukum untuk tidak ragu dalam mengambil tindakan terhadap penyebaran informasi yang tidak benar, khususnya terkait isu strategis seperti pangan.
Aiman juga mengajak seluruh petani dan pedagang di Indonesia untuk tetap solid dan tidak terprovokasi oleh narasi yang menyesatkan. Kerja keras petani dalam meningkatkan produksi serta peran pedagang dalam menjaga distribusi pangan harus dihargai dan dijaga bersama.
Selain itu, Aiman mengingatkan bahwa setiap pernyataan di ruang publik harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis data, agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Kepada pemerintah, Aiman menyatakan dukungan penuh untuk melanjutkan program-program strategis di sektor pangan demi menjaga kedaulatan pangan nasional dan kesejahteraan rakyat.
“Petani dan pedagang akan terus berada di garis depan menjaga pangan negeri. Kami tidak akan diam ketika kerja keras kami direndahkan oleh informasi yang tidak benar,” pungkas Aiman.










