HARNAS.CO.ID – Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan (Jaksel) yang roboh sejak dua tahun lalu menuai keprihatinan banyak pihak. Pasalnya, kondisi tersebut memaksa kegiatan belajar mengajar para siswa maupun siswi dipindah ke sekolah lain.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun merespons dengan memastikan layanan pendidikan bagi seluruh siswa SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap berjalan dengan baik di tengah proses perencanaan pembangunan kembali gedung sekolah yang dilakukan secara bertahap dan terencana.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan segera menuntaskan persoalan yang terjadi di SDN Kebayoran Lama Selatan 09.
“Saya sudah mendapat laporan dari jajaran terkait. Tentunya saya berikan perhatian khusus agar segera ditangani. Saya pastikan akan segera kami selesaikan,” kata Pramono dikutip Rabu (22/7/2026).
Diketahui, sebagian rangka atap SDN Kebayoran Lama Selatan 09 roboh pada November 2024. Berdasarkan rekomendasi teknis Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan, kondisi bangunan dikategorikan rusak berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Sejak 27 November 2024, gedung sekolah dikosongkan demi mengutamakan keselamatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Area sekolah juga telah diamankan untuk mencegah potensi risiko bagi warga sekolah.
Mulai 28 November 2024, sebanyak 270 siswa dipindahkan ke SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang berada di lokasi berdampingan. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dengan sistem dua shift agar seluruh siswa tetap memperoleh layanan pendidikan secara optimal.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, keselamatan peserta didik dan keberlangsungan proses pembelajaran menjadi perhatian utama pemerintah.
“Keselamatan peserta didik menjadi prioritas kami. Di saat yang sama, kami memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak belajar secara optimal. Meski kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan dengan sistem dua shift, proses pembelajaran tetap mengacu pada kurikulum yang berlaku, didampingi guru, dan kualitas layanan pendidikan tetap terjaga,” katanya.
Nahdiana menegaskan, penyesuaian waktu belajar tidak mengurangi mutu pembelajaran.
Kurikulum, proses belajar mengajar, serta pendampingan oleh guru dan tenaga kependidikan tetap berjalan sesuai standar.
“Kami terus melakukan pendampingan agar proses belajar mengajar berlangsung efektif. Yang terpenting, tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas selama proses pembangunan sekolah dipersiapkan,” ujar Nahdiana.
Ia mengungkapkan, pembangunan kembali SDN Kebayoran Lama Selatan 09 telah memasuki tahapan perencanaan sejak 2025 melalui penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.
“Proses perencanaan terus dilanjutkan agar pembangunan dapat segera direalisasikan sehingga siswa kembali belajar di gedung yang aman, nyaman, dan memenuhi standar sarana pendidikan,” tuturnya.
Menurut Nahdiana, pembangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 tetap menjadi bagian dari prioritas Pemprov DKI Jakarta dan akan kembali diusulkan pada Tahun Anggaran 2027.










