HARNAS.CO.ID — Nanik Sudaryati Deyang mundur dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Nanik dikabarkan sudah berpamitan dengan Presiden Prabowo Subianto. Mundurnya Nanik karena alasan kesehatan dan hendak menjalani pengobatan jantung.
“Dengan berat hati akhirnya saya pamit Bapak presiden untuk melakukan pengobatan di LN untuk jantung saya, rencananya hari ini, Rabu (22/7/2026) saya berangkat,” kata Nanik.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan membenarkan hal tersebut.
“Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional,” tulis Dirgayuza Setiawan dalam akun Instagram resminya dikutip, Rabu (22/7/2026).
Nanik diduga ikut korupsi MBG?
Pengunduran diri Nanik Deyang terjadi tak lama setelah namanya disebut-sebut dalam pusaran dugaan korupsi MBG yang kini ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menuduh Nanik terlibat dalam perubahan nama yayasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang diduga terafiliasi dengan Nanik.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyebut kliennya mengungkap tuduhan terkait Nanik saat diperiksa selama kurang lebih 9,5 jam di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, 18 Juni lalu.
“Tadi dalam BAP (berita acara pemeriksaan), Pak Sony menjelaskan NSD (Nanik Sudaryati Deyang) ada merubah-ubah yayasan. Yayasan ini namanya diubah dengan namanya ini, diubah lagi dengan namanya ini, jadi tiga kali mengubah,” kata Krisna kepada wartawan.
Kejaksaan Agung buka suara soal Nanik
Menanggapi tuduhan yang disampaikan Sony Sanjaya kepada Nanik, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut penyidik tidak bisa bergantung pada keterangan satu orang.
Tuduhan itu, kata dia, harus diperkuat dengan bukti dan keterangan saksi lain, serta dokumen pendukung. Kata Syarief penyidikan kasus di BGN terus berjalan dan Nanik Deyang berpotensi diperiksa penyidik.
“Semua orang yang mengetahui, mengalami, itu berpotensi diperiksa sebagai saksi, berpotensi ya. Tapi semua orang sebagai saksi itu belum tentu dia melakukan penyimpangan,” ucapnya, Selasa (23/06).
Presiden langsung Lantik Sudaryono
Setelah beredarnya kabar pengunduran diri Nanik, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono menjadi menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Sudaryono menggantikan Nanik S Deyang, yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Pelantikan Sudaryono digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/07) sore. Wakil Presiden dan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih turut hadir dalam pelantikan Sudaryono.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo, berkata Sudaryono dipilih karena sejak awal mengikuti program MBG sejak masih berbentuk konsep hingga dilahirkan.
Sudaryono, klaimnya, dinilai mengikuti, berdiskusi, menggagas dan mengonsep pelaksanaan tekbis MBG sebagai wamentan.
“Badan Gizi Nasional yang kegiatannya memberikan Makan Bergizi Gratis itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimanapun juga, sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan Makan Bergizi Gratis itu di-support dan ditopang dalam ekosistem oleh Kementerian Pertanian,” kata Prasetyo, Rabu (22/07).
Sudaryono klaim tidak punya SPPG
Setelah dilantik, Sudaryono berkata penunjukan ini adalah amanah besar yang harus dijalankannya. Sebab, MBG merupakan program besar dan satu dari prioritas Presiden.
“Insyallah saya akan bekerja sebaik mungkin,” ucapnya.
Ia kemudian mengakui perlu adanya perbaikan dalam tata kelola MBG termasuk transparansi. Sebagai Kepala BGN, Sudaryono bilang memiliki pekerjaan rumah yang harus diperbaiki dengan dukungan seluruh jajaran BGN dan kabinet.
“Ini anggaran besar dan harus diperuntukkan untuk rakyat, yang tidak transparan dibuat transparan. Yang manual dibuat tidak manual atau digital dan ada record-nya. Yang sembunyi-sembunyi, tidak boleh terjadi dan segalanya harus terang benderang,” katanya di Istana Kepresidenan.










