HARNAS.CO.ID – Massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Masyarakat Tapanuli Tengah (AMPM Tapteng) berunjuk rasa di Kantor DPRD Tapteng. Mereka menyuarakan penanganan pascabencana yang hingga kini belum terselesaikan secara maksimal.
Mereka juga mendesak pemerintah daerah memastikan ketersediaan dan distribusi air bersih yang merata serta perbaikan sanitasi bagi masyarakat terdampak. Selain itu, meminta perbaikan akses dan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan yang masih rusak.
“Kami juga mendesak penyaluran jaminan hidup yang tepat sasaran, merata, dan transparan bagi seluruh korban terdampak,” kata perwakilan peserta aksi Anggiat Marito dalam rilis yang diterima, Rabu (22/4/2026).
AMPM menyuarakan protes lantaran bantuan-bantuan bencana sangat minim diberikan bahkan kerap terlambat. Pekan lalu, adapula bantuan sembako berupa beras hingga busuk di pengungsian. Hal ini memicu gejolak masyarakat terdampak.
AMPM juga mendesak evaluasi dan verifikasi ulang data rumah rusak, serta penyesuaian bantuan sesuai tingkat kerusakan (ringan, sedang, berat). Pemerintah pun diminta segera pulihkan lahan pertanian yang rusak, dan berikan dukungan nyata kepada petani terdampak.
Adapun tuntutan lain yakni:
– Mendesak program pemulihan UMKM dan ekonomi masyarakat yang terdampak agar dapat kembali beraktivitas secara normal.
– Mendesak transparansi penuh terhadap pengelolaan bantuan tunai sebesar kurang lebih Rp 18 miliar, termasuk daftar penerima dan alokasi anggaran.
– Mendesak kejelasan status dan solusi terhadap sekitar 90 tenaga kerja Dinas Lingkungan Hidup yang dirumahkan.
– Mendesak pemerintah memberikan perhatian dan solusi bagi korban bencana yang mengontrak/sewa yang selama ini belum terakomodir dalam bantuan.
– Mendesak peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, termasuk penanganan penyakit pascabencana dan trauma.
– Mendesak pemerataan distribusi bantuan agar tidak terjadi ketimpangan antarwilayah terdampak.
– Mendesak pemerintah segera melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh guna mencegah terjadinya banjir berulang yang hingga kini masih terjadi.
– Mendesak dan meminta keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat setempat.
Menurut Anggiat Marito, tuntutan ini merupakan suara dan kebutuhan nyata masyarakat yang terdampak bencana. Oleh karena itu, AMPM Tapteng meminta pemda dan DPRD segera mengambil langkah konkret, terukur, dan transparan dalam menyelesaikan persoalan tersebut.
“Jika tuntutan ini tidak diindahkan, kami akan melakukan aksi berkelanjutan,” tutur Anggiat Marito.










