HARNAS.CO.ID – Hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya, Senin (12/1/2026) menyebabkan terjadinya banjir dan genangan di sejumlah wilayah.
Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta hingga pukul 18.00 WIB, tercatat puluhan Rukun Tetangga (RT) dan ruas jalan terendam banjir.
“Terdapat 59 RT dan 30 ruas jalan tergenang,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan melalui keterangan tertulis.
Terungkap, dari 59 RT terdampak, 12 di antaranya antaranya terdapat di wilayah Jakarta Barat (Jakbar) dengan ketinggian air bervariasi. Tercatat, di Kelurahan Kedaung Kali Angke banjir merendam 4 RT dengan ketinggian 70 cm. Kemudian, Kelurahan Rawa Buaya sebanyak 3 RT dengan ketinggian air 50 cm. Selanjutnya, 4 RT di Kelurahan Kamal terendam hingga 40 cm. Adapun di Kelurahan Tegal Alur, banjir 75 cm terjadi di 2 RT
Berikutnya, banjir merendam 20 RT di Jakarta Selatan (Jaksel). Sebanyak 20 RT ini tersebar di 7 Kelurahan yaitu Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur.
Ketinggian air yang merendam 20 RT di 7 kelurahan itu 30 hingga 100 cm. Pemicu banjir curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut.
Sementara, sebanyak 18 RT terendam banjir terdapat di wilayah Jakarta Timur (Jaktim) Pantauan BPBD DKI Jakarta, 18 RT ini berada di Kelurahan Rawa Terate, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, dan Cililitan.
Ketinggian air bervariasi mulai 35 hingga 100 cm. Curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung menjadi penyebab banjir di 18 RT wilayah Jaktim.
Sementara, di wilayah Jakarta Utara (Jakut), tercatat 9 RT dilanda banjir imbas curah hujan tinggi. Sebanyak 9 RT itu tersebar di Kelurahan Tanjung Priok, Lagoa, dan Kebon Bawang.
Ketinggian air di 9 RT tercatat 20 hingga 60 cm.
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan memastikan banjir di 59 RT tersebut masih dalam penanganan.
Sejauh ini, BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serra Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat.
“Termasuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.
“Dalam keadaan darurat, segera hubungi nomor telepon 112. Layanan ini gratis dan beroperasi selama 24 jam non-stop.”










