HARNAS.CO.ID – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengawasi pergerakan harga komoditas, khususnya minyak goreng (migor). Sebab, harga migor terus melonjak, bahkan di sejumlah daerah angkanya melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Berkaitan kepastian dan ketaatan para distributor yang sudah ditunjuk, kami minta tolong sekali lagi kepada pemerintah daerah, kepada teman-teman TPID, kepada Satgas Pangan, cek betul untuk D2-nya (distributor kedua) yang ada di kabupaten,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Tomsi Tohir saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2024 di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (30/12/2024).
Tomsi mengingatkan, pemerintah daerah (pemda) tidak ragu melapor pada Direktorat Jenderal (Ditjen) Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) apabila terdapat pelanggaran dari sisi penetapan harga distributor.
Lebih lanjut, Tomsi juga mengimbau daerah agar memastikan harga jual migor jenis Minyakita kepada konsumen akhir tidak boleh melebihi HET yakni Rp15.700 per liter.
Dia mengatakan, pemerintah akan menindak tegas oknum distributor yang dengan sengaja mempermainkan harga migor. Apalagi harga untuk distributor D-2 juga telah ditetapkan oleh Kemendag.
“Bapak-Ibu sekalian, ini harapannya betul-betul ada input dari daerah (mengenai harga distributor), sehingga di mana mereka yang main-main yang nakal ini bisa diberikan tindakan,” ujar Tomsi.
Selain itu, Tomsi juga meminta upaya pengendalian harga juga diterapkan pada komoditas beras. Ia secara khusus mendorong Perum Bulog melakukan intervensi di sejumlah wilayah, sehingga harga komoditas tersebut tidak memicu inflasi. Pasalnya, harga beras di sejumlah daerah mengalami kenaikan melebihi HET.
“Nah, kami mohon untuk setiap hari mengupdate data-data ini. Di mana daerah-daerah yang di atas harga eceran tertinggi teman-teman dari Bulog ini bisa langsung dari pusat bisa mengonfirmasi dengan daerah untuk melaksanakan intervensi. Ini yang kita harapkan,” ucapnya.
Tak lupa, Tomsi turut mengimbau daerah untuk mengendalikan inflasi dengan berbagai langkah. Hal ini meliputi kewaspadaan terhadap ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak serta mengantisipasi dampak perubahan cuaca, terutama menjelang musim panen.










