HARNAS.CO.ID – Suguhan tayangan menghibur sekaligus mengedukasi bagi anak terbilang krusial. Kedua aspek ini dihadirkan dalam animasi Baby Zu karya anak bangsa alias kreasi animator Indonesia.
“Baby Zu menghadirkan karya hiburan anak-anak berkualitas yang sarat edukasi dan nilai-nilai positif,” kata Produser Pelaksana Serial Animasi Baby Zu, Herijanto Judarta dikutip Sabtu (21/12/2024).
Ia mengemukakan hal itu saat peluncuran film animasi Baby Zu dan film dokumenter The Historical JavaBali dalam gelaran End of Year Festive di Teater Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, kemarin.
Menurut Herijanto, produksi animasi Baby Zu yang ditayangkan melalui platform YouTube tak terlepas dari keprihatinan atas kian masifnya penggunaan gadget khususnya smartphone di kalangan anak-anak. Sebab, tak jarang penggunaan smartphone berimbas negatif yakni akses terhadap konten negatif atau tontonan yang tidak layak bagi anak-anak.
Oleh karena itu, ujar Chief Executive Officer (CEO) Mahaka Visual Indonesia (MVI) itu, kehadiran animasi Baby Zu juga dimaksudkan membantu menanamkan pemahaman penggunaan gadget sehat bagi anak.
“Baby Zu dengan cerita dan karakternya yang unik. Kami optimis pesan ini dapat tersampaikan secara luas dan diterima dengan baik oleh keluarga di Indonesia,” ucap Herijanto.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Juda ini menuturkan, perencanaan dan produksi animasi Baby Zu bergulir sejak tahun 2023. Serial animasi ini digarap oleh Mocca Studio melibatkan sekitar 250 animator dalam negeri.
Ia mengakui, YouTube dipilih sebagai platform untuk menayangkan animasi Baby Zu. Pasalnya, penayangan secara online diyakini akan mampu menyosialisasikan karakter-karakter hewan di animasi Baby Zu secara lebih cepat ke masyarakat luas.
“Target golnya mengalahkan tayangan atau karakter animasi dari luar negeri. Karena itu kami tidak menggunakan series cerita,” ujar Herijanto.
Oleh karena itu, kata dia lagi, animasi Baby Zu juga menyisipkan sejumlah lagu anak-anak lawas yang sudah akrab di telinga para orangtua. Harapannya, para orangtua yang mendampingi anak-anaknya menonton animasi Baby Zu juga ikut menyanyi dan menari.
“Lagu-lagunya ada yang sudah dikenal ibu-ibu dan kami juga ciptakan lagu-lagu anak baru sehingga para ibu dan anaknya punya aktivitas gerak dengan menyanyi serta menari,” katanya.
Sejauh ini animasi Baby Zu menuai respons positif yang terbukti dari terus bertambahnya subscriber pada YouTube Baby Zu. Herijanto menambahkan, kehadiran Baby Zu ke depannya juga akan dijadikan sarana menanamkan nilai-nilai dan perikaku positif lainnya kepada anak-anak Indonesia.
“Terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan peluncuran Baby Zu, mari bersama-sama menyambut perjalanan Baby Zu yang penuh semangat.”
Sementara, salah seorang animator dari Mocca Studio, Adit mengaku terharu menyaksikan antusiasme para orangtua dan anak-anak yang hadir dalam peluncuran animasi Baby Zu.
“Saya merinding melihat teman-teman semua dan anak-anak bertepuk tangan,” katanya.
Menurut dia, karakter hewan yang ditampilkan dalam animasi Baby Zu sangat menarik dan bisa terus dikembangkan. Adit pun mengutip perbincangannya dengan sang produser pelaksana, Herijanto Judarta yang menyebut, Baby Zu tidak berhenti di konten eksklusif.
“Ini bisa jadi games dan series ke platform-platform lain. Oleh Pak Herijanto kami diceritakan tentang properti intelektual yang bagus yang bisa diwujudkan,” ujar Adit.
Penulis: Aria Triyudha










