Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Global

Bangladesh Membara, Kemlu RI Siapkan Safe House untuk WNI

by Firli Yasya
06/08/2024
Bangladesh Membara, Kemlu RI Siapkan Safe House untuk WNI
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyiapkan safe house atau rumah aman bagi ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Bangladesh. Langkah ini dilakukan menyusul situasi dan kondisi keamanan terkini di Bangladesh yang membara seiring demonstrasi dan kerusuhan melanda negara itu.

“Safe house bisa diakses WNI jika situasi memburuk,” kata Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu RI Judha Nugraha, Selasa (6/8/2024).

Dia menjelaskan, jumlah WNI di Bangladesh yang tercatat dalam sistem lapor diri sebanyak 577 orang. Mayoritas adalah WNI yang menikah dengan warga negara Bangladesh.

Lebih jauh, ujar Judha, Kedutaan Besar RI di Dhaka, Bangladesh sudah meningkatkan status kedaduratan dari Siaga III menjadi Siaga II.

“Para WNI diimbau di Bangladesh untuk meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas luar rumah untuk hal-hal non-esensial, serta menghindari kerumunan massa dan lokasi demonstrasi,” katanya.

Selain itu, para WNI juga diharapkan dapat terus menjaga komunikasi dan mengikuti langkah-langkah kontingensi yang ditetapkan KBRI Dhaka.​

“Dalam kondisi darurat, segera laporkan kondisi kepada otoritas keamanan setempat dan hotline KBRI Dhaka. Hotline KBRI Dhaka (+880) 1614444552 dan Direktorat Pelindungan WNI Kemlu: (+62) 812 9007 0027,” kata Judha.

Diketahui, demonstrasi dan kerusuhan pecah di Bangladesh dalam beberapa waktu terakhir dan mengakibatkan banyak korban luka dan jiwa berjatuhan dari pengunjuk rasa dan aparat keamanan. Unjuk rasa dan kerusuhan ini terjadi di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka dan beberapa kota lainnya.

Peristiwa berdarah tersebut awalnya dipicu aksi protes mahasiswa sejak Juli 2024 terkait kuota pekerjaan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di pemerintahan Bangladesh.

Demonstran menuntut diakhirinya pola kuota yang mengalokasikan 30 persen posisi di pemerintahan untuk anggota keluarga veteran perang tahun 1971. Tuntutan kemudian juga mencakup pergantian pemerintahan seiring memburuknya kondisi ekonomi di negara yang di antaranya berbatasan dengan India dan Myanmar itu.

Terkini, demonstrasi dan kerusuhan di Bangladesh dikabarkan sudah mengakibatkan ratusan korban tewas. Sementara, Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dilaporkan meninggalkan Bangladesh menuju India. Panglima Militer Bangladesh Jenderal Waker-Uz-Zaman lalu mengumumkan pemerintahan transisi di negara tersebut.

Penulis: Aria Triyudha

 

Previous Post

Harga Cabai Meroket, Anak Buah Tito Karnavian Ingatkan Daerah soal Langkah Pengendalian

Next Post

Berpengalaman dan Dekat dengan Rakyat, Sylviana Murni Yakini Sandiaga Cagub Alternatif Pilkada Jakarta

Related Posts

Banjir Bandang Landa Nepal-Tibet, Kemlu RI Pantau Intensif Kondisi WNI
Global

Banjir Bandang Landa Nepal-Tibet, Kemlu RI Pantau Intensif Kondisi WNI

Refleksi Setahun Demo Berdarah Agustus 2025
Global

Refleksi Setahun Demo Berdarah Agustus 2025

Gempa Magnitudo 7,1 Goyang Jepang, Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak
Global

Gempa Magnitudo 7,1 Goyang Jepang, Kemlu RI Pastikan Tak Ada WNI Terdampak

Indonesia dan Gambia Sepakat Perkuat Kerja Sama Multisektor, Dorong Ketahanan Pangan
Global

Indonesia dan Gambia Sepakat Perkuat Kerja Sama Multisektor, Dorong Ketahanan Pangan

Leave Comment

Terkini

Wamendagri Ribka Sebut Informasi Pendefinisian Ulang Orang Asli Papua Hoaks

Wamendagri Ribka Sebut Informasi Pendefinisian Ulang Orang Asli Papua Hoaks

Doa Bersama untuk 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau

Doa Bersama untuk 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi

Kinerja Wapres Gibran Urus Papua Dipertanyakan, Pengamat: Prabowo Berhak Evaluasi

Dito eks Menpora Ungkap Yaqut tak Dilibatkan Pertemuan Jokowi dengan Pangeran Arab soal Kuota Haji

Dito eks Menpora Ungkap Yaqut tak Dilibatkan Pertemuan Jokowi dengan Pangeran Arab soal Kuota Haji

Dito eks Menpora Ungkap Yaqut tak Dilibatkan Pertemuan Jokowi dengan Pangeran Arab soal Kuota Haji

Eks Menpora Dito Bersaksi, Pengacara Terdakwa Minta Hadirkan Jokowi

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    148 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    45 shares
    Share 18 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.