HARNAS.CO.ID – Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, kerja sama antara PT Telkom dengan PT Telemedia Onyx Pratama (TOP). Pemeriksaan terhadap Trenggono berlangsung kurang lebih selama dua jam.
Usai diperiksa, Trenggono menyampaikan dirinya sebagai warga negara yang baik hadir memenuhi panggilan. Namun, dirinya enggan menjelaskan materi pemeriksaan yang ditanyakan penyidik.
Namun saat ditanyai soal dugaan aliran dana proyek Telkom diduga mengalir kepada dirinya, Trenggono langsung melolot. Seakan terkejut dan langsung membantahnya.
Juru bicara KPK, Tessa Mahardhika, mengatakan Trenggono diperiksa dalam kapasitasnya sebagai pemegang saham di PT Teknologi Riset Global Investama.
“Secara umum yang bersangkutan dimintai keterangan pengetahuannya pada saat yang bersangkutan menjabat sebagai komisaris ya, tentang pengadaan yang dilakukan perusahaan tersebut,” kata Tessa, Jumat, (26/7/2024).
Menurut dia, penyidik memeriksa soal aliran dana dalam pengadaan barang dan jasa tersebut. “Jadi prosesnya seperti apa dan ditelusuri terkait aliran dananya,” tuturnya.
Tessa mengatakan belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena belum mendapatkan laporan lengkap soal pemeriksaan tersebut dari tim penyidik. Terkait dugaan Sakti Wahyu Trenggono menerima uang Rp10 miliar, KPK akan mendalami hal tersebut.
“Penyidik pasti akan mendalami baik itu penerimaan yang sah yang bersangkutan, jumlahnya dari mana, terus digunakan untuk apa, itu tentunya nanti akan didalami oleh penyidik,” tuturnya.
Diketahui, Wahyu Trenggono selesai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan korupsi Telkom dan meninggalkan ruangan pada pukul 11.25 WIB. Dia sempat menunggu jemputan di lobby kantor KPK selama lima menit sebelum meninggalkan lokasi bersama beberapa ajudannya.
Sebelum meninggalkan kantor KPK, Trenggono menyempatkan untuk menjawab pertanyaan awak media ihwal kedatangannya hari ini. “Jadi sebagai warga negara yang baik, tentu saya harus membantu KPK, nih saya dikasi makan,” kata dia.









