HARNAS.CO.ID – Otoritas Jepang menyiapkan tempat-tempat perlindungan (shelter) untuk meevakuasi 114 warga negara Indonesia (WNI), pascagempa bumi yang melanda negeri Sakura itu, Senin (1/1/2024).
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan, para WNI berada di shelter yang tersebar di tiga titik, yaitu 53 orang di Ogi, 25 di Suzu, serta 27 lainnya di Saikai.
“Berdasarkan komunikasi terakhir KBRI Tokyo dengan simpul-simpul masyarakat, sejumlah WNI yang berada di shelter membutuhkan bantuan logistik. Sebelumnya, mereka kesulitan berkomunikasi karena gangguan jaringan,” kata Judha, Selasa (2/1/2023).
Dia memastikan, KBRI Tokyo segera mengirimkan bantuan logistik darurat untuk para WNI di tempat-tempat perlindungan tersebut. KBRI juga mencatat 9 WNI, yang mayoritas mahasiswa berada di tempat perlindungan.
“Terdapat 9 WNI, mayoritas mahasiswa di shelter yg disiapkan otoritas setempat. Kondisi mereka dalam keadaan baik,” ujarnya.
Menurut Judha, 9 WNI tersebut tersebar, 6 mahasiswa Indonesia di Toyama, 1 WNI di Noto, dan 2 pemagang Indonesia di Ishikawa. Hingga saat ini tidak ada informasi adanya WNI yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut.
“Otoritas setempat telah mencabut peringatan tsunami. Namun, tetap memperingatkan kemungkinan gempa susulan dalam sepekan ke depan,” tuturnya.
KBRI Tokyo dan KJRI Osaka tetap mengimbau agar para WNI waspada dan terus memantau informasi serta arahan otoritas setempat. Berdasarkan informasi yang dihimpun, jumlah korban meninggal akibat gempa besar di Ishikawa mencapai 48 jiwa, sementara korban luka tersebar di prefektur Ishikawa, Niigata, Fukui, Toyama, dan Gifu. Sekitar 30 bangunan di Ishikawa dilaporkan roboh.
Penulis: Kusumah










