HARNAS.CO.ID — Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menemui Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di di kediamannya, Jakarta Selatan, Selasa, (3/3/2026).
Dubes Iran tersebut memilih bertemu Jusuf Kalla untuk meminta dukungan soal konflik Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel ketimbang menemui Presiden Prabowo Subianto maupun Menlu Sugiono.
Pertemuan Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi dan Jusuf Kalla secara tertutup membahas eskalasi militer yang kian mencekam di Iran serta peluang Indonesia sebagai penengah konflik.
Dalam pertemuan itu, Dubes Boroujerdi menyampaikan harapan besar Teheran agar umat Islam dunia, khususnya Indonesia, memberikan dukungan moral dan diplomatik di tengah gempuran serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Boroujerdi turut memaparkan kondisi terbaru di negaranya, termasuk perlawanan rakyat serta jatuhnya korban sipil, di antaranya anak-anak sekolah.
Jusuf Kalla mengatakan, Presiden Prabowo Subianto siap jadi penengah konflik antara AS-Israel dengan Iran.
“Namun tentu dibutuhkan persetujuan kedua belah pihak. Ini hal yang selalu dipikirkan oleh mereka,” kata Kalla dalam siaran pers dikutip Rabu (4/3/2026).
Langkah ini sejalan pernyataan Kementerian Luar Negeri RI sebelumnya yang menyebutkan Presiden Prabowo bersedia bertolak langsung ke Teheran untuk memfasilitasi dialog, demi mengembalikan stabilitas keamanan lantaran berada di titik nadir.
Situasi memanas setelah AS dan Israel bergabung menyerang Iran terlebih dahulu dengan serangan roket pada Sabtu, 28 Februari 2026, termasuk sejumlah titik di sekitar kediaman pemimpin tertinggi negara itu.










