HARNAS.CO.ID — Penutupan selat Hormuz akibat perang Iran dan Amerika Serikat (AS)-Israel membuat seluruh negara melakukan penghitungan cadangan minyak mereka demi menghadapi krisis energi.
Jepang menjadi salah satu negara dengan cadangan minyak mentah terbanyak, yakni bisa bertahan hingga 254 hari.
Perdana Menteri (PM) Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan pasokan energi di negeri sakura tetap stabil di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Kondisi ini membuat masyarakat Jepang bisa bernapas lega karena ketahanan energi bisa membuat perekonomian lebih stabil.
“Kami akan memastikan pasokan energi yang stabil untuk negara kami. Langkah-langkah yang diperlukan akan segera diambil,” kata Takaichi dalam rapat Komite Anggaran DPR Jepang, dilansir Rabu, (4/3/2026).
Mengenai penutupan selat Hormuz, Takaichi menyampaikan, pemerintah terus mengumpulkan informasi terkait jalur vital pasokan energi menuju Jepang.
Ia mengatakan, beberapa kapal tanker yang menuju Jepang sedang dalam kondisi standby di Teluk Persia dan dijamin keamanannya oleh pemerintah.
Seperti diketahui, sebelumnya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan minyak Indonesia saat ini hanya bertahan selama 20 hari. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terjadi kelangkaan bahan bakar di seluruh wilayah Indonesia.
“Masih cukup 20 hari. Nanti besok Insya Allah saya rapat di ESDM, kami akan rapat Dewan Energi Nasional. Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi kan harga dunia akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah,” ujar Bahlil.
Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) juga berharap perang segera berakhir.
Sebab, dampak yang akan ditimbulkan sangat besar karena dapat menyangkut ketahanan energi nasional.
“Sekali lagi kita berharap ini bisa segera berakhir yang begini-begini ya. Karena memang ini akan mengakibatkan bukan hanya tragedi kemanusiaan, tapi juga akan menyebabkan berbagai tantangan yang berat di sektor ekonomi, termasuk energi dunia,” ucapnya.









