HARNAS.CO.ID — Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan tidak akan membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Washington dan Israel.
Sikap tegas itu disampaikan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, meski sebelumnya Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk memediasi ketegangan.
“Iran berharap kepada negara-negara sahabat untuk memberikan dukungan kepada negara kami. Kami tentu menyampaikan apresiasi atas pesan dan kesiapan yang telah disampaikan oleh Indonesia,” ujar Boroujerdi dikutip Rabu (4/3/2026).
“Namun, bagi kami tidak ada negosiasi dengan negara yang melancarkan permusuhan dengan kami, yaitu Amerika Serikat,” ujar dia menegaskan.
Boroujerdi mengungkapkan, keraguan terhadap komitmen Washington dalam mematuhi kesepakatan internasional.
Menurut dia, pengalaman sebelumnya menunjukkan tidak adanya jaminan AS akan konsisten terhadap perjanjian yang disepakati.
“Apa jaminan Amerika Serikat patuh terhadap sebuah kesepakatan?” ujarnya.
Ia juga mendorong negara-negara Islam untuk bersikap tegas apabila menilai serangan terhadap Iran sebagai tindakan ilegal.
“Kami berharap negara-negara Islam apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal, maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi,” katanya.
Pernyataan tersebut mempertegas bahwa jalur diplomasi langsung dengan AS dinilai tidak relevan selama tindakan militer masih berlangsung.
Selain menolak negosiasi bilateral dengan AS, Iran mendorong negara-negara Islam mengambil langkah kolektif melalui Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Boroujerdi berharap adanya dukungan konkret serta kampanye luas untuk menghentikan peperangan.
“Kami berharap sebuah kampanye dijalankan oleh negara-negara Islam, kampanye untuk menyatakan tidak kepada peperangan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) menyampaikan keprihatinan atas gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berdampak pada eskalasi militer di Timur Tengah.
“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah,” demikian bunyi pernyataan Kemenlu RI melalui akun X resminya, Sabtu (28/2/2026).
Indonesia menyerukan, seluruh pihak menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi dengan tetap menghormati kedaulatan dan integritas setiap negara.
Pemerintah juga menegaskan kesiapan Presiden Prabowo untuk memfasilitasi dialog. Bahkan, apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi.
Namun, dengan penegasan dubes Iran tersebut, peluang negosiasi langsung antara Teheran dan Washington tampaknya semakin tertutup, setidaknya dalam waktu dekat.










