HARNAS.CO.ID – Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, SE, MM, menerima audiensi Panitia 40 Tahun SAR Universitas Hasanuddin di Mabes TNI AU di Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (19/5/2026). SAR Unhas diwakili oleh lima orang anggotanya, empat di antaranya adalah generasi angkatan pertama.
Mereka terdiri dari Umar Arsal, Anggota DPR RI periode 2009-2019; M Riady Bakri, bird conservationist sekaligus wild life photographer; Bohari Lewa, Notaris & PPAT, dan A Gener Wakulu, jurnalis media massa. Kemudian adalah Adi Pranata Sopyan, angkatan ke-22 di SAR Unhas, seorang wirausaha di Kendari.
Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka acara puncak 40 tahun SAR Unhas yang akan digelar pada 14 Juni mendatang di Makassar. Umar, yang mewakili SAR Unhas menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI AU sejak awal pendirian SAR Unhas, termasuk dalam Pendidikan dan Latihan Dasar Search And Rescue Universitas Hasanuddin Angkatan pertama pada Juli-Agustus 1986.
Sekaligus dalam kesempatan tersebut Umar menyampaikan undangan kepada Kasau untuk menghadiri perayaan puncak milad ke-40 tersebut.
“Beliau merespons positif, dan menjadwalkan akan hadir pada acara tersebut,” jelas Umar.
Malah Kasau menanyakan apa yang dapat dibantu untuk SAR Unhas. Marsekal TNI Tonny Harjono berencana menyumbang perahu karet sebagai tambahan dukungan perlengkapan bagi SAR Unhas.
Dalam kesempatan itu Kasau memberi teladan respons terhadap bencana yang dialaminya ketika terjadi bencana Sumatera di Sumbar, Sumut, dan Aceh akhir 2025 hingga awal 2026.
“Berita itu datang bertahap. Dan bencana itu pada bagian awal juga ikut berdampak pada anggota TNI AU dan keluarganya di Sumut. Jadi, sejak tahap awal, saya sudah perintahkan penerbangan rescue. Setelah itu baru saya melapor untuk koordinasi. Jadi saat rapat kordinasi dengan Panglima TNI, saya informasikan bahwa beberapa helikopter TNI AU sudah melaju –dan saat itu sudah berada di Jambi,” kisah Tonny.
Respons itu menunjukkan betapa Tonny cekatan dan sangat peduli dengan perihal kondisi Search And Rescue. Dan sebenarnya kiprah Tonny dalam penanggulangan bencana punya rekam jejak panjang.
Pada Januari-Februari 2014 saat Gunung Sinabung, Sumatera Utara meletus, Tonny, yang saat itu menjabat Dawing 5 Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, ikut mendukung dan memfasilitasi pemberangkatan tim SAR Unhas yang diberangkatkan ke Gunung Sinabung.
Dalam kesempatan tersebut SAR Unhas memberikan cindera mata berupa bingkai berisi foto kenang-kenangan saat Tonny melepas rombongan kemanusiaan SAR Unhas yang akan berangkat ke Gunung Sinabung, Sumatera Utara.
“Beliau punya rekam jejak kepedulian terhadap kemanusiaan yang panjang. Dan kami memanfaatkan momentum ini dengan baik untuk meneguhkan kerjasama antara TNI AU dengan potensi SAR dari perguruan tinggi, seperti SAR Unhas. Dan tentu saja ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk melanjutkan pengabdian di bidang kemanusiaan,” tutup Umar.
Penulis: Gener Wakulu










