HARNAS.CO.ID – Para aktivis SAR Unhas melakukan anjang sana dengan Ketua Umum IKA Unhas Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, yang sekaligus Menteri Pertanian RI di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (11/4/2026). Pertemuan yang diinisiasi oleh Umar Arsal, alumni Unhas, Ketua SAR Unhas Pertama ini, dalam rangka memperingati hari jadi Ke-40 tahun Search and Rescue (SAR) Unhas pada 14 Juni 2026.
Adapun para aktivis, terdiri atas Umar Arsal (Fisip Unhas 1982), Riady Bakri (Teknik Elektro 1981), dr. Priyanto Sismadi (Kedokteran 1981), Bohari Lewa (Hukum 1984), Herman (Kelautan 1997), Juninho Yanto Benny (Teknik Mesin 2021/Ketua SAR sekarang), serta Laode M Syarif (Hukum 1985).
“Kami bersyukur, walaupun Pak Andi Amran memiliki agenda yang sangat padat di akhir pekan, beliau berkenan bertemu kami untuk silaturahim,” kata Umar, mantan Anggota DPR RI 2009-2019.
Menurut Umar, Ketua Umum IKA Unhas Andi Amran merupakan pejuang kemanusiaan dan punya keterkaitan sejarah dengan kehidupan di posko/sekretariat SAR UNHAS di Kampus Tamalanrea pada masanya. Lantaran harus bertemu pada saat fajar menyingsing, terpaksa rombongan membelah jalanan Jakarta ketika embun masih menempel di dedaunan hutan kota.
“Tanpa prosesi lama, beliau keluar menemui kami mengenakan ‘pakaian dinas’ shalat shubuh dengan peci yang rapi,” tambah Umar.
Pertemuan diawali dengan perkenalan, sekaligus menjelaskan maksud kedatangan para aktivis SAR Unhas, tutur Umar, akan merayakan hari jadi yang Ke-40, dan meminta kesediaan Andi Amran memberikan sambutan tertulis pada buku yang berjudul “Rumah Jingga Tamalanrea: Monumen Ingatan 40 tahun SAR Unhas, 1986-2026”.
Editor buku tersebut, juga salah seorang pendiri SAR Unhas, Ahmad Gener Wakulu, sekaligus Pemimpin Redaksi Media Online Harian Nasional (harnas.co.id). Amran pun menyambut baik dan menyatakan bersedia.
“Anggota-anggota SAR selalu ikhlas hatinya, sehingga wajib untuk didukung. Beliau juga menambahkan bahwa anak-anak SAR Unhas bahkan sering melupakan kepentingan pribadinya karena mendahulukan panggilan kemanusiaan untuk menolong masyarakat yang lagi kesusahan,” ujar Umar, seraya menyampaikan pernyataan Amran.
Menurut Laode M Syarif, mantan Pimpinan KPK ini, ketika SAR Unhas mengirim tim relawan pada bencana banjir di Sumatera, Andi Amran tidak segan-segan menggalang dana bantuan, termasuk emberikan bantuan kepada adik-adik tim SAR Unhas yang berangkat ke Aceh.
Andi Amran berkali-kali mengulang pentingnya ‘keikhlasan’ dalam memberikan bantuan, karena Tuhan menurut beliau, tidak melihat nilai sedekah dari jumlahnya, tapi “keikhlasan hati’ sang pemberi.
Beliau, ujar Laode melanjutkan, juga banyak memberikan contoh-contoh kedermawanan yang dibalas seketika oleh Tuhan dari sumber-sumber yang tak terduga, termasuk dari orang yang belum pernah beliau temui sekalipun.
Andi Amran juga menunjukkan foto-foto pondokan beliau di samping kampus Tamalanrea yang kurang nyaman, sehingga sering memanfaatkan ‘ruang kantor SAR Unhas’ di PKM untuk istrahat dan ngobrol dengan anak-anak SAR di zaman beliau masih kuliah di Fakultas Pertanian.
“Setelah beliau berbagi pengalaman dan ‘nostalgia kesusahan’ saat kuliah, kami meminta adik Juninho Yanto Benny (Ketua SAR Unhas) memasangkan slayer jingga SAR Unhas sebagai pertanda pengangkatan beliau sebagai Anggota Kehormatan SAR Unhas dan foto bersama,” tuturnya.
Andi Amran lalu menyampaikan kesanggupannya untuk memberikan sambutan pengantar pada buku 40 Tahun SAR Unhas. Andi Amran juga memberikan bantuan untuk pembuatan buku dan operasional SAR Unhas.
“Kami berterima kasih atas kedermawanan beliau, sekaligus memberikan jaminan bahwa uang operasional kemanusiaan tersebut akan dikelola transparan dan akuntabel. Kami juga akan menyampaikan nasihat Pak Andi Amran kepada adik-adik SAR Unhas agar tetap mendahulukan keikhlasan dalam membantu kemanusiaan,” tambah Laode M Syarif lagi.
“Kalau melihat penuturan Pak Amran tadi, saya tidak ragu bahwa beliau juga seorang pejuang kemanusiaan,” tutup dr. Priyanto, pemilik beberapa rumah sakit di Jakarta ini.








