HARNAS.CO.ID – Kerja bakti berskala besar guna mengatasi banjir kembali digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan (Jaksel), Minggu (5/4/2026). Kali ini, kegiatan tersebut menyasar Kali Pesanggrahan Segmen TPU Tanah Kusir, Jaksel melalui pengerukan sedimen maupun lumpur di kali tersebut.
“Fokus pertama adalah bantaran kali yang sedimennya sudah tinggi, menjadi daratan. sehingga air menggerus ke sebelah kanan yang mengakibatkan bisa merusak tanggul,” kata Wali Kota Jaksel Anwar saat saat ditemui awak media di tepi Kali Pesanggrahan, Jalan Inspeksi RT 15 RW 01, Pesanggrahan, Jaksel.
Anwar menjelaskan, kegiatan pengerukan yang melibatkan ratusan personel gabungan dan sejumlah alat berat berupa eskavator itu menargetkan pengangkat 36 ribu kubik lumpur. Adapun segmen kali yang dikeruk sepanjang 1,4 kilometer.
Terpantau, ratusan personel yang di antaranya dari “Pasukan Biru” Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jaksel membersihkan bantaran Kali Pesanggrahan. Sementara, eskavator dioperasikan membersihkan sedimen dan mengeruk lumpur dari dasar Kali Pesanggrahan.
Anwar berharap, langkah pengerukan mampu mengurangi banjir di wilayah bantaran Kali Pesanggrahan. Salah satunya kawasan permukiman Kompleks Ikatan Koperasi Pegawai Negeri (IKPN) Bintaro.
“Tentunya ini juga akan berdampak ke dekat IKPN, melalui normalisasi (kali) dan lumpur diangkat, Insya Allah IKPN tidak terlalu banjir,” ujar Anwar.
Sumur Resapan
Lebih lanjut, mantan Wali Kota Jakarta Timur itu menyebut, upaya penanggulangan banjir yang dijalankan Pemkot Jaksel juga diiplementasikan melalui sumur resapan. Oleh karena itu, personel dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jaksel dalam kerja bakti hari ini turut membuat sejumlah sumur resapan.
“Pembuatan sumur resapan di sekitar kali Pesanggrahan itu. Tentunya ini semua agar masyarakat merasakan dampak dari kerja bakti supaya mengurangi genangan dan banjir sampai benar-benar bisa diminimalisasi,” ucap Anwar.
Ia memastikan, pembersihan sedimen dan pengerukan lumpur guna mengatasi banjir juga menyasar kali-kali di wilayah Jaksel lainnya.
“Banyak titik, misalkan Kali Cideng. Kami upayakan sesuai arahan Pak Gubernur DKI yang bisa kami lakukan ya dilakukan,” ujar Anwar menegaskan.
Sementara, Kepala Sudin SDA Jaksel, Santo mengatakan, sebanyak 600 personel gabungan yang di antaranya berasal dari Sudin SDA Jaksel dan lima eskavator dikerahkan dalam kerja bakti berskala besar.
Adapun 36 ribu meter kubik lumpur Kali Pesanggrahan yang nantinya dikeruk akan dibuang ke Ancol, Jakarta Utara.
Tiga Titik
Soal sumur resapan, Santo mengungkapkan, akan dibuat di tiga titik sekitar Kali Pesanggrahan, Segmen TPU Tanah Kusir. Ketiga titik ini terutama yang dinilai rawan genangan.
“Kami upayakan untuk membuat sumur resapan, baik dari SDA Jaksel maupun dari kelurahan. Karena sekarang kelurahan pun sudah punya alatnya. Jadi kami sama-sama (buat sumur resapan).
Secara keseluruhan, Santo mengatakan,
pembuatan sumur resapan di wilayah Jaksel sudah dimulai sejak tahun lalu.
Selain pengerukan kali dan sumur resapan, Santo menambahkan, upaya penanggulangan banjir di Jaksel juga ditempuh melalui pembuatan waduk.
“(Karena) itu (waduk) juga bakal mengurangi banjir,” kata Santo.










