HARNAS.CO.ID – Sebanyak lima warga negara Indonesia (WNI) dinyatakan hilang atau belum ditemukan pascakebakaran hebat yang menghanguskan Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong.
“Lima WNI (masih) unknown whereabouts (hilang),” tulis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam keterangannya dikutip Kamis (4/12/2025).
Kemlu menjelaskan, hal itu berdasarkan update pemantauan hingga Rabu (3/12/2025) malam. Lima orang yang masih dinyatakan belum ditemukan itu bagian dari sekitar 140 WNI yang bermukim di Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong. Tercatat, dari jumlah itu, 9 WNI meninggal.
“(Sementara) 125 orang selamat, sembilan terverifikasi meninggal dunia, dan satu WNI lainnya dirawat di rumah sakit.”
Diketahui, kebakaran hebat Apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong menewaskan lebih dari 150 orang dan puluhan korban luka-luka. Informasi dihimpun, jumlah korban tewas masih bisa bertambah.
Sebelumnya, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong menyatakan, Pemerintah Hong Kong telah memberikan warning bahwa angka kematian akan terus bertambah seiring dengan pencarian dan identifikasi korban yang masih terus berlangsung.
Adapun terkait WNI meninggal imbas kejadian tersebut, KJRI Hong Kong
Adapun terkait WNI meninggal imbas kejadian tersebut, KJRI Hong Kong terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan upaya terbaik repatriasi jenazah dan hak-hak korban.
Insiden kebakaran di tujuh gedung apartemen pada kawasan pemukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terjadi Rabu (26/11/2025).
KJRI Hong Kong menyatakan, merujuk hasil konsolidasi data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan secara langsung, 140 WNI yang tinggal di apartemen merupakan pekerja migran sektor domestik bekerja pada kawasan permukiman Wang Fuk Court.
KJRI Hong Kong juga membuka posko kedaruratan pada gedung KJRI Hong Kong sejak Rabu pekan lalu guna mengumpulkan informasi. Selain itu, sebagai antisipasi adanya WNI terdampak mengungsi.
Setelah mendapatkan izin otoritas setempat, pada Kamis (27/11/2025) pagi, KJRI mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan verifikasi WNI atau yang terdampak, serta distribusi bantuan logistik yang diperlukan, seperti; makanan, minuman, dan sanitary pack.
Tak hanya itu, KJRI Hong Kong turut mendirikan posko kedaruratan pada Tai Po Community segera setelah mendapatkan clearence dari Pemerintah Hong Kong dan Tai Po District Office pada Jumat (28/11/2025) pagi.
“Dengan fungsi utama, identifikasi dan verifikasi WNI/ Pekerja Migran Indonesia yang terdampak, distribusi bantuan logistik yang diperlukan, dalam hal kehilangan paspor RI, melakukan fasilitasi awal guna penerbitan ulang, dan asistensi lain yang mungkin dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan, hukum dan ketentuan setempat yang berlaku,” kata KJRI Hong Kong.









