HARNAS.CO.ID – Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) melalui Direktorat Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual menggelar Festival Gamelan dan Sinden tingkat SMP/sederajat di SMKN 8 Surakarta, Jawa Tengah (Jateng). Penyelenggaraan festival ini bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Wayang dan Gamelan 2025 yang berlangsung selama sepekan, sejak Minggu (2/11/2025) hingga Jumat (7/11/2025) pada beberapa lokasi di Surakarta.
“Untuk mendukung pelestarian warisan budaya ini diselenggarakanlah Festival Gamelan dan Sinden bagi generasi muda, khususnya para pelajar tingkat sekolah menengah pertama,” kata Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kemenbud, Yayuk Sri Budi Rahayu melalui keterangan tertulis.
Dia menjelaskan, Festival Gamelan dan Sinden merupakan wadah strategis untuk menanamkan dan mendorong kecintaan generasi muda terhadap seni tradisi dan pelestarian budaya. Sebab, generasi muda merupakan aset bangsa dan pewaris budaya, sehingga peran mereka perlu
terus didukung.
Diketahui, Festival Gamelan diikuti enam belas SMP dari wilayah Kota
Surakarta dan sekitarnya. Kegiatan yang bergulir pada Selasa (4/11/2025) ini dikemas dalam bentuk pertunjukan seni karawitan, yakni sebuah seni musikal yang memadukan harmonis instrumen gamelan dengan vokal sinden—penyanyi perempuan—dan gerongan, paduan suara laki-laki.
Seni karawitan tidak sekadar
menawarkan keindahan musik, namun juga membawa misi luhur untuk mengekspresikan nilai-nilai kehidupan, melestarikan budaya, menumbuhkan pendidikan karakter, serta menjadi
jembatan spiritual antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Lebih lanjut, Yayuk pun mengingatkan, penyusunan peta jalan ke depannya dibutuhkan guna memastikan pelestarian gamelan dapat terus berlanjut di berbagai daerah di Indonesia dengan beragam genre dan kekhasannya.
“Di tahun yang akan datang, perlu ada road map, bagaimana pelestarian khususnya gamelan ini bisa berlanjut di berbagai daerah di Indonesia dengan berbagai genre,” ujar Yayuk.
Sementara Festival Sinden yang diselenggarakan pada hari berikutnya, Rabu (5/11/2025) diikuti sebelas
sinden muda dari beberapa kota di Jawa Tengah.
Dalam pertunjukan gamelan, sinden memiliki fungsi sebagai pelengkap, penghubung suasana dalam pertunjukan wayang, penyampai makna budaya dan nilai moral serta mengiringi dialog tokoh wayang.
Keikutsertaan para pemuda dalam kegiatan itu merupakan salah satu bentuk pembinaan talenta muda yang menjadi masa depan pewaris warisan budaya Indonesia.
Upaya tersebut menjadi salah
satu program Kemenbud untuk meningkatkan talenta generasi muda khususnya dalam bidang seni gamelan.
Pengakuan Dunia
Adapun perhelatan Pekan Wayang dan Gamelan 2025 dimulai dengan karnaval budaya yang diikuti para budayawan. Tujuannya, untuk mengajak keterlibatan aktif para seniman dan budayawan pelestari agar ambil bagian dalam upaya pelestarian budaya.
Selain itu, perhelatan tersebut juga dimaksudkan untuk merayakan pengakuan dunia terhadap wayang sebagai Warisan
Budaya Takbenda yang diinskripsi oleh UNESCO pada tahun 2008 dan Gamelan yang diinskripsi pada tahun 2021.
Kegiatan ini diselenggarakan bertepatan dengan Hari Wayang yang jatuh pada
7 November berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 30 Tahun 2018.
Puncak Pekan Wayang dan Gamelan 2025 digelar pada Jumat hari ini, bertepatan dengan Hari Wayang Nasional di Balai Kota Surakarta. Acara puncak tersebut terbuka untuk masyarakat umum dan dimeriahkan dengan pagelaran gamelan serta wayang.
Seluruh lapisan masyarakat diajak untuk mengapresiasi dan melestarikan warisan
budaya adiluhung Indonesia.
Kemenbud memastikan terus berkomitmen melindungi, mengembangkan, memanfaatkan kebudayaan, serta melakukan pembinaan, dalam hal ini khususnya wayang dan gamelan.
Pelibatan seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda sebagai pewaris budaya yang menentukan masa depan budaya bangsa perlu terus didorong. Masa depan budaya bangsa ditentukan oleh generasi penerus, sehingga berbagai program pembinaan talenta muda terus menjadi sorotan.










