HARNAS.CO.ID – Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia menyelenggarakan ‘Piknik Hijau’ sebagai acara utama EU Green Diplomacy Weeks 2023. Festival ramah keluarga ini mengusung tema ‘Lebih Hijau Lebih Setara’ di Hutan Kota GBK, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2023).
Acara tersebut bertujuan untuk menyoroti upaya kolaboratif antara Uni Eropa dan negara-negara anggotanya serta Indonesia dalam melakukan transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan dengan didukung oleh energi yang lebih ramah lingkungan sambil memastikan kemajuan yang inklusif.
Menarik lebih dari 5.000 pengunjung, Piknik Hijau Hijau merupakan ajakan kepada masyarakat untuk terlibat, belajar, dan bertindak demi kelestarian lingkungan.
Pengunjung dilibatkan dalam serangkaian lokakarya interaktif, diskusi, film, dan musik yang menggarisbawahi pentingnya lingkungan dalam mempertahankan kehidupan dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk melindungi kelestariannya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan ASEAN menyampaikan soal komitmen Uni Eropa untuk bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia, “Uni Eropa sangat mendukung Upaya Indonesia untuk mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan bersih.
Tahun lalu, kami mengumumkan tentang sebuah komitmen kami untuk mendukung program transisi energi Indonesia melalui Just Energy Transition Partnership (JETP).
Namun, agar transisi berjalan sesuai prinsip transisi yang adil (just transition), proses ini memerlukan aksi bersama yang melibatkan lintas generasi. Piknik Hijau Hijau menunjukkan komitmen teguh kami terhadap perjalanan kolaboratif ini.”
Untuk lebih memperkuat komitmen tersebut, Bank Investasi Eropa (EIB) juga mengumumkan bahwa mereka memberikan dukungan finansial dan teknis untuk pembangunan transportasi berkelanjutan, sebagai bentuk dukungan transportasi berkelanjutan dan transisi energi untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengatasi perubahan iklim.
Dua belas Duta Besar Negara Anggota Uni Eropa menandai komitmen mereka terhadap masa depan yang lebih hijau dengan menaiki MRT ke lokasi acara.
Perjalanan simbolis ini diakhiri dengan mengendarai sepeda listrik yang unik bersama Direktur Konstruksi MRT, Ibu Weni Maiulina, sebagai bentuk komitmen kolektif terhadap transisi energi dan transportasi public untuk mendukung kota yang berkelanjutan.
Sebagai bagian utama dari Piknik Hijau Hijau, sepuluh kedutaan negara anggota UE juga menampilkan inisiatif dan inovasi ramah lingkungan mereka, termasuk pertanian berkelanjutan, pengelolaan limbah, proyek energi ramah lingkungan, dan peluang beasiswa dalam topik isu keberlanjutan.
Selain itu juga, ada pula kontribusi dari mitra lokal, seperti Kehati, Hutan Itu Indonesia, dan Masyarakat Energi Terbarukan. Sementara itu, Waste4Change memastikan acara tersebut tetap netral sampah dan tidak diperbolehkan menggunakan plastik sekali pakai selama acara berlangsung.
Ada beragam kegiatan bagi semua usia di Piknik Hijau Hijau, ada anak-anak yang menjelajahi alam bersama Sekolah Murid Merdeka, hingga orang dewasa yang menemukan hiburan melalui sesi mindfulness bersama Hutan Itu Indonesia dan Setali. Tidak ketinggalan booth produk berkelanjutan, pemutaran film Seme7ta, dan sesi berbagi buku dengan Bbbbookclub yang semakin memperkaya pengalaman.
“Aksi lingkungan dapat dilakukan oleh semua orang. Itulah sebabnya, Piknik Hijau Hijau dirancang untuk keluarga, agar dapat diakses semaksimal mungkin dan menciptakan kenangan abadi tentang pentingnya bekerja sama demi kelangsungan manusia, bumi, dan kesejahteraannya. Bersama-sama, kita sebagai UE dan Indonesia menanam benih keberlanjutan – yang masing-masing merupakan bentuk janji bagi bumi kita dan generasi mendatang,” ujar Henriette Faergemann, First Counsellor for the Environment, Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia.
Sebelum Piknik Hijau Hijau, Uni Eropa mendukung ‘lokakarya aksi iklim pemuda I-ACT’ yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Italia, IRENA, Youth4Energy Asia Tenggara, serta mendukung komunitas dalam kegiatan bersih-bersih pada World Clean Up Day (WCD) sebagai bagian dari serangkaian inisiatif ramah lingkungan, public event, dan dialog.
Pada bulan Oktober 2023, Delegasi Uni Eropa juga akan menyelenggarakan Climate Dialogue Roadshows dan Green Conference di berbagai kota di Indonesia.
Tentang Uni Eropa
Uni Eropa adalah persatuan ekonomi dan politik dari 27 Negara Anggota. Bersama-sama, Uni Eropa telah membangun zona yang stabil, demokratis dan pembangunan yang berkelanjutan dengan tetap menjaga keragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu.
Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian atas upayanya mencapai perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa.
Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia, serta sumber dan tujuan investasi asing langsung terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar Bantuan Pembangunan Resmi (ODA), yang menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.
27 negara anggota Uni Eropa (dalam urutan protokol) adalah: Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Denmark, Jerman, Estonia, Irlandia, Yunani, Spanyol, Perancis, Italia, Siprus, Latvia, Lituania, Luksemburg, Hongaria, Malta, Belanda, Austria, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Finlandia dan Swedia.
Editor: Ridwan Maulana










