HARNAS.CO.ID – Bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda tujuh Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) berdampak pada kerusakan infrastruktur dan menelan korban jiwa. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang terdampak harus mengungsi untuk sementara waktu.
Ketua Komisi VIII DPR Ashabul Kahfi menyampaikan duka cita mendalam akibat bencana banjir dan tanah longsor di Sulawesi Selatan. Menurutnya, banjir di Sulsel merupakan salah satu yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
“Data terbaru menunjukkan bahwa bencana ini telah merenggut nyawa 14 orang, sementara 7 orang masih dalam pencarian dan ribuan lainnya mengungsi,” ucap Ashabul saat Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana di Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Senin, (6/5/2024).
Lebih lanjut Ashabul menilai banyak daerah yang tidak memiliki sistem drainase yang memadai, sehingga air hujan dengan mudah memicu banjir. Selain itu, keterbatasan akses jalan membuat evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sulit.
Melihat situasi itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) mengajak seluruh stekholder turut serta dalam penanggulangan bencana dengan menekankan beberapa hal.
“Pertama, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan semua pihak terkait harus bersatu dalam upaya penanganan darurat bencana ini. Prioritas utama adalah evakuasi korban, distribusi bantuan, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi,” kata dia.
Ashabul melanjutkan, langkah kedua adalah pemulihan pasca-bencana harus segera direncanakan dan dilaksanakan. “Ini termasuk perbaikan infrastruktur, relokasi penduduk yang berisiko tinggi, dan program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Selanjutnya, pesan Ashabul, pencegahan bencana harus menjadi fokus utama di masa depan. Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko bencana dan membangun sistem peringatan dini yang efektif serta infrastruktur tangguh terhadap bencana.
“Saya berharap rapat ini dapat menghasilkan solusi konkret dan tepat sasaran. Mari kita bersama-sama membantu masyarakat Sulawesi Selatan melewati masa sulit ini dan membangun kehidupan yang lebih baik,” tutup Ashbul menambahkan.
Sekadar informasi, bencana banjir melanda 7 kabupaten, termasuk Luwu, Enrekang, Sidrap, Pinrang, Sinjai, Wajo, dan Bone. Di Kabupaten Luwu, banjir setinggi 3 meter terjadi, menghalangi akses jalan, dan menyebabkan 1.385 keluarga terdampak.
Laporan: Ibnu Yaman










