HARNAS.CO.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DKI Jakarta menggencarkan penggunaan layanan pembayaran digital melalui QRIS.
Langkah ini ditandai dengan dimulainya pekan QRIS nasional di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim), Selasa (11/8/2026).
Harapannya, kegiatan yang akan berlangsung hingga Sabtu (15/8/2026) itu mampu mendorong seluruh pedagang di Pasar Rawa Bening menggunakan layanan pembayaran dengan QRIS.
Sebab, sistem pembayaran QRIS memudahkan pembeli yang datang karena bisa transaksi menggunakan Handphone. Selain itu, para pembeli yang datang juga tak perlu takut jadi korban jambret atau copet lantaran tidak perlu repot membawa banyak uang tunai.
Untuk itu, KPw BI DKI Jakarta turut menggelar kontes batu Bacan. Diketahui, batu Bacan yang diikutkan lomba itu berada di kotak cincin dan bagian belakangnya terdapat barcode guna memberikan penilaian.
Mekanisme penilaian kontes diterapkan
lewat transaksi QRIS dengan nominal rupiah berapa pun. Artinya, transaksi melalui QRIS tersebut dianggap mendulang satu suara.
Penilaian kontes batu Bacan dan pemenangnya bakal diumumkan Sabtu pekan ini. Namun, nelum diketahui hadiah yang bakal diberikan panitia kepada pemenang kontes.
Deputi Kepala KPw BI DKI, Reny Julianie mengatakan, pihaknya mengambil tema Pekan QRIS nasional tahun ini yaitu digiTal, kOlaboratif, Kalcer (Tokcer).
Tema tersebut bertujuan mendukung ekosistem pasar tradisional inovatif, adaktif di tengah gempuran era digital.
“Kami juga akan menggelar kegiatan di Pasar Rumput dan Pasar Santa. Misalnya barista battle cooking and Challange yang mendorong ekonomi kreatif, workshop digital marketing dan copy software,” kata Reny.
“Memperkuat kompetisi digital pengelola dan pedagang pasar. Kemudian ada lomba mural dan hasilnya akan diinstalasi sebagai wahana sarana edukasi,” ujar dia menambahkan.
Sementara, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Setda) DKI, Suharini Eliawati, pihaknya bakal meminta Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif segera mengajak kolaborasi pasar tematik guna bisa menggelar kegiatan.
Sebagai contoh, kegiatan pameran maupun kegiatan kontes bagi pehobi batu permata dan akik di Pasar Rawa Bening.
“Kami ingin mengenang dan mengembalikan lagi kejayaan Pasar Rawa Bening. Ini momennya pas sekali melakukan open seremoni Pekan QRIS nasional di seluruh Indonesia,” kata Suharini.
Dia menjelaskan, penggunaan QRIS sejatinya bukan hanya seremoni, tapi digunakan untuk selama-selamanya. Suharini menegaskan, Gubernur DKI Pramono Anung sering menyampaikan beberapa manfaat membayar pakai QRIS.
Pertama, adanya kemudahan dan tidak perlu membawa uang tunai lantaran dengan sekali scan barcode langsung bayar. Angka kriminal seperti copet dan jambret di Jakarta juga mulai menurun.
Meski begitu, Suharini tidak menjelaskan angka pasti penurunan copet dan jambret.
“Saat ini pedagang tempe saja di Gondangdia, Jakarta Pusat itu sudah pakai QRIS ya. Mudah-mudahan Pasar Jaya juga kerja sama dengan Bank Jakarta ya untuk teman-teman kita pedagang butuh modal usaha,” ujar dia.










