HARNAS.CO.ID – Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengawal langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2026).
Langkah tersebut dilakukan Kenneth guna memastikan penanganan kekeringan di wilayah Jabodetabek melalui modifikasi cuaca bisa berjalan optimal.
Pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, operasi yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta, sehingga pengawasan ketat menjadi hal yang mutlak.
”Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang di himpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” kata Kent melalui keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).
Terpantau, dalam peninjauan teknis di lapangan, Kent turut mengecek langsung persiapan bahan semai yang disiapkan untuk penyemaian awan.
Berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang menggunakan bahan NaCl cair (liquid), pada OMC hari ini petugas menyemai sebanyak 1 ton NaCl bahan garam halus (powder).
”Harapan kami, hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BAGUNA) PDI Perjuangan DKI Jakarta itu.
Lebih lanjut, Kent mengungkapkan, OMC di langit Jabodetabek telah dilakukan sejak 18 September 2026.
Penyemaian awan pada 25 September 2026 merupakan hari terakhir untuk melakukan modifikasi cuaca karena pertumbuhan awan diprediksi menipis akhir pekan ini.
“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” kata Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu menambahkan.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat mengatakan, OMC yang dilakukan pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan.
Pertama, kata Maruli, untuk menurunkan polusi udara. Kedua, guna membantu menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta.
“Jadi operasi modifikasi cuaca ini tujuannya adalah untuk menurunkan polusi, mengupayakan turunnya hujan dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya,” ujar Maruli.
Seiring OMC yang dilakukan, Maruli memprediksi hujan bakal turun dalam beberapa hari ke depan. Hanya saja, curah hujan kemungkinan tak turun merata di seluruh wilayah Jakarta.
Hujan diprediksi lebih banyak turun di perbatasan Jakarta, seperti Bogor dan Depok.
“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” ujar Maruli.










