HARNAS.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan langkah beradaptasi dengan teknologi terus dilakukan demi mengoptimalkan kinerja. Salah satunya melalui pengawasan berbasis digital.
“Model pengawasan berbasis digital harus terus dikembangkan. Kita tidak bisa menggunakan metode yang sama untuk beberapa masa mendatang,” kata Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu RI Yusti Erlina dikutip dari laman Bawaslu, Kamis (23/4/2026).
Dia menjelaskan, upaya mewujudkan model pengawasan itu membutuhkan waktu yang cukup panjang. Sebab, hal ini membutuhkan sinergi antar-divisi di dalam tubuh Bawaslu dan beberapa stakeholder atau pemangku kepentingan terkait.
“Bahkan ada lembaga yang membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk membangun sistem digital. Semoga Bawaslu bisa membangun digitalisasi lebih cepat dan bisa menerapkan sistem dengan baik,” kata Yusti
Lebih lanjut, ia menambahkan, terkait upaya meningkatkan efektivitas kerja di tengah dinamika pengawasan pemilu, Bawaslu saat ini sedang mematangkan rancangan tata kelola kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) yang berbasis pada capaian kinerja terukur.
Yusti memandang, penerapan WFH di lingkungan Bawaslu bukan sekadar kebijakan kehadiran, melainkan transformasi cara pandang dalam bekerja.
“Kami sedang menyusun panduan penerapan WFH yang benar-benar mengacu pada hasil kerja nyata. Kuncinya adalah pada Open Management System yang akan kita bangun.Dalam sistem ini, mekanisme pengambilan keputusan, distribusi tugas, hingga evaluasi capaian akan terlihat secara transparan,” ujar Yusti.










