HARNAS.CO.ID – Kontes Bacan Rock Show ke-9 digelar di Hotel Ibis Harmoni, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (1/2/2026). Lomba yang di antaranya bertujuan mencari batu bacan dengan kualitas mumpuni ini berlangsung meriah dan berhasil memukau Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah serta ratusan penggemar batu akik Tanah Air.
“Ingar-bingar dan kepedulian dari masyarakat luar Bacan itu, saya merasa terharu,” kata Mudaffar kepada wartawan saat menghadiri penyelenggaraan kontes.
Diketahui, bacan adalah batu akik asal Kepulauan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut). Secara historis, Bacan dan Ternate merupakan dua dari empat kerajaan bersaudara di Maluku. Kini, Bacan dan Ternate bagian dari Provinsi Malut.
Lebih lanjut, Mudaffar menjelaskan, sebagai salah satu jenis batu mulia, batu bacan awalnya kurang begitu diminati di wilayah kampungnya. Namun, seiring perkembangannya, pamor batu bacan terus meroket hingga ke wilayah lain di Indonesia.
“Malah di luar ini yang justru luar biasa,” kata Mudaffar.
Oleh karena itu, ia pun terpukau dengan jenis batu bacan yang ditampilkan dalam kontes Bacan Rock Show ke-9.
“Ada beberapa jenis (batu) bacan yang saya baru lihat di sini,” ujar Mudaffar.
Mudaffar berharap, kontes batu bacan bacan bisa digelar sesering mungkin. Tidak kalah penting, ia mendorong agar pihak panitia bisa menggelar kontes itu di wilayah asalnya.
“Dibuat kontes di tempat asalnya, itu saya kira paling luar biasa,” ujar Mudaffar.
Dalam kontes kali ini, tercatat ada 843 peserta. Mereka tampak antusias dan turut terpukau dengan berbagai jenis batu bacan yang dikonteskan.
Ketua Panitia Bacan Rock Show ke-9, Riski mengatakan, kontes tersebut digawangi oleh tiga tim juri dengan tugas menilai motif, kebeningan, dan ukuran sesuai kelasnya masing-masing. Total, ada 77 kelas yang dipertandingkan.
“Misalkan di kelas doko baby small, jadi harus sesuai dengan ukurannya yaitu baby small, mungkin dilihat dari clarity-nya, dari color-nya,” kata Riski.
Menurut dia, kualitas batu bacan yang diikutkan dalam kontes semakin meningkat. Riski pun mengungkapkan, harga batu bacan yang sudah memiliki kualifikasi kontes akan melonjak drastis. Terlebih, jika berhasil keluar sebagai juara pertama.
“Harga akan mengikuti dengan kualitasnya. Standard-nya, kalau sudah juara kontes itu rata-rata sudah di puluhan dan ratusan juta, ada yang kemarin baru sold out di angka Rp750 juta,” ujar Riski.
Soal jenis, ia menyebut, ada tiga batu bacan yang paling dikenal yaitu Doko, Halmahera, dan Palamea. Ketiganya memiliki perbedaan dari segi warna.
Selain kontes terkait batu bacan, Riski mengungkapkan, panitia juga memberikan penghargaan kepada pihak pengrajin batu bacan. Mengingat, pengrajin berkontribusi meningkatkan kualitas batu akik termasuk jenis bacan sehingga layak diikutkan dalam kontes.
Terkait rencana ke depannya, Riski mengaku, komunitas penggemar bacan akan tetap menggelar kontes Bacan Rock Show secara berkala. Hal ini sejatinya sudah terbukti dari penyelenggaraan kontes Bacan Rock Show untuk sembilan kalinya.
Riski pun tak menampik ajakan Sultan Ternate Hidayatullah Mudaffar Sjah untuk menggelar kontes Bacan Rock Show berikutnya di wilayah Ternate.
“Insya Allah kami realisasikan,” ujar dia.
Sementara, salah satu peserta yang kerap disapa Abid Woles (44) mengaku sudah sering mengikuti kontes batu bacan. Meski belum pernah menjadi pemenang, ia tetap tak bosan ikut kontes tersebut.
“Kebetulan saya juga pengrajin, pengolah,” kata Abid.
Menurut dia, kekalahan dalam kontes merupakan pengalaman berharga agar dapat terus meningkatkan kualitas batu bacan ketika mengikuti kompetisi selanjutnya.
Abid sendiri bukan “orang baru” di dunia batu akik. Kiprahnya sebagai pengrajin dimulai sejak tahun 2000. Ia menekuni hal itu hingga memiliki tempat di Pasar Rawa Bening, Jakarta Timur.
“Selanjutnya, tahun 2011 saya putuskan untuk kerja di rumah biar bisa fokus. Karena masa itu enggak bisa kerja karena banyak yang konsultasi juga, namanya semua teman ya kan. Maka itu, kemudian saya kerja di rumah, punya keluarga juga, paling tidak bisa bantu orang rumah,” ujar Abid.
Kepala Pasar Rawa Bening Ahmad Subhan mengatakan, kontes Bacan Rock Show digelar kali pertama pada tahun 2022 di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur.
“Itu pertama di Indonesia mungkin pertama di dunia, dan itu di Pasar Rawa Bening,” kata Subhan.
Ia menjelaskan, sebagai pusat batu akik terbesar di Indonesia, Pasar Rawa Bening selalu mendukung kontes terkait batu akik, termasuk Bacan Rock Show.
“Pesertanya juga ada Pasar Rawa Bening, ini sebagai dukungan terhadap kontes Bacan Rock Show,” ujar Subhan.
Hingga kini, dia mengungkapkan, animo masyarakat pada umumnya dan pencinta batu akik khususnya untuk mendatangi Pasar Rawa Bening masih tinggi.
Ke depannya, Subhan berharap, kontes terkait batu akik semakin sering digelar. Kontes tidak hanya menyangkut batu bacan tapi juga jenis lainnya seperti kalimaya dan kecubung.
“Semoga dunia perbatuan Nusantara semakin meningkat. Bahkan, Sultan Ternate Hidayatullah itu minta diadakan langsung (di daerah asal). Jadi di sana supaya berkembang artinya melestarikan batu bacan ini asli Indonesia,” kata Subhan.
Tak hanya itu, dia menambahkan, kontes batu akik yang kali ini diimplementasikan melalui Bacan Rock Show ke-9, bukan sekadar kompetisi. Sebab, acara semacam itu sekaligus momen silaturahmi antara komunitas batu bacan.
“Keuntungan dari kontes ini kembali kepada para pengrajin perak maupun pengrajin batu asah, pedagang yang ada di Pasar Rawa Bening,” kata Subhan.










