HARNAS.CO.ID – Geliat batu akik tak pernah redup. Salah satu varian yang banyak diburu dan dikoleksi yakni jenis bacan.
Tak aneh, harganya pun bisa di luar nalar. Namun, mereka yang ingin membeli batu itu diingatkan cermat agar tidak terkecoh.
Selain banyak menggali informasi, penggemar batu akik bisa mendatangi Bacan Academy di Pasar Rawa Bening, Jatinegara, Jakarta Timur.
“Jadi sebelum membeli bisa dicek dahulu, pedagang atau penjualnya amanah atau tidak. Batunya sesuai atau tidak dengan harganya,” kata Pengurus Sekretariat Bacan Academy Pasar Rawa Bening, Airlangga (50) di lokasi, Senin (13/10/2025).
Airlangga menjelaskan, Bacan Academy memang sengaja dihadirkan guna mengedukasi penggemar batu bacan dengan berbagai variannya di antaranya doko, palamea, majiko, dan bisori
Diketahui, Sekretariat Bacan Academy berada di Lantai 1, Blok AKS, Nomor 10 Pasar Rawa Bening. Pusat informasi mengenai batu bacan itu tergabung satu ruangan dengan kios Langga Stone 2. Sekretariat dan kios tersebut resmi dibuka pada Senin Sore.
Lebih lanjut, Airlangga menuturkan, pembeli bacan kini tak hanya kalangan dalam negeri, tapi juga datang dari mancanegara di antaranya China, Taiwan, dan Eropa.
Sementara, pedagang yang menjual batu bacan juga merambah media sosial seperti YouTube, TikTok, dan pasar e-commerce lainnya.
Dengan begitu, kehadiran Bacan Academy, ujar Arlangga menegaskan, akan mampu memberi pemahaman mereka yang berkecimpung di dunia perbatuan Nusantara mengetahui seluk beluk kualitas, harga hingga kredibilitas pihak penjual.
“Terkadang orang membeli secara online itu khawatir atau takut karena harganya (batu bacan) bisa mencapai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah,” ucap Airlangga.
Dia lantas menyebut, apabila ada pedagang batu bacan yang ‘nakal’, maka hal ini bisa segera ditindaklanjuti.
“Kalau salah beli atau tertipu, tidak dikirim barangnya, itu bisa dilacak, isiapa penjualnya,” kata Airlangga.
Sejauh ini, sudah ada puluhan pedagang dan kontributor yang berkecimpung dalam penjualan batu bacan terdaftar dalam Bacan Academy. Menurut Airlangga, Bacan Academy tak segan untuk mencoret pihak penjual yang ‘nakal’ atau tak amanah dalam berbisnis batu bacan.
“Kami bisa menjembatani pembeli dan penjualnya sesuai perjanjian. Para pembeli pun tidak perlu ragu jika membeli bacan di Bacan Academy, baik online maupun offline,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Pasar Rawa Bening, Ahmad Subhan mengharapkan kehadiran Bacan Academy semakin meningkatkan popularitas batu bacan. Dengan kata lain, batu ini tak hanya diminati kalangan dewasa, tapi juga kaum Generasi Z (Gen-Z).
Pasalnya, kaum Gen-Z atau mereka yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012 biasanya menyukai batu akik permata dengan warna dan corak bagus.
“Bacan mudah untuk dibuat menjadi asesoris, kalung, cincin, dan gelang serta bros. Batu bacan juga bisa dijadikan permata untuk cincin pernikahan atau mas kawin,” ujar Subhan.
Pedagang batu akik di Pasar Rawa Bening pun sangat kreatif. Hal ini, kata Subhan melanjutkan, tak hanya menyangkut kreasi tapi juga terkait pemasaran produk melalui offline dan online.
“Pasar Rawa Bening juga berupaya mendongkraknya dengan channel YouTube. Bacan harus booming ke kancah internasional,” katanya.
Atas dasar itu, Subhan mengajak kaum Gen-Z datang ke Pasar Rawa Bening. Ia memastikan, kaum Gen-Z akan menjumpai berbagai model batu Nusantara.
“Terlebih, pasar ini juga memfasilitasi untuk menjelaskan kepada kaum muda tentang cincin pernikahan, bisa memberi rekomendasi mana cincin yang pas dan bagus untuk calon pembeli,” kata Subhan menambahkan.










