Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

Ternyata Ekspor Crude Banyu Urip di Pandemi Buat Negara Hemat Rp22 Triliun

Nicke menegaskan bahwa minyak mentah Banyu Urip yang diekspor merupakan milik negara, sehingga keputusan ekspor tidak berada di tangan Pertamina sebagai korporasi

by Fadlan Butho
22/01/2026
Ternyata Ekspor Crude Banyu Urip di Pandemi Buat Negara Hemat Rp22 Triliun
Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Kebijakan ekspor minyak mentah Banyu Urip yang diambil pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) pada masa pandemi COVID-19 kembali menjadi sorotan dalam sidang perkara tata kelola migas.

Dalam pemeriksaan di pengadilan, mantan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan bahwa langkah tersebut bukan kebijakan sepihak korporasi, melainkan keputusan negara yang bertujuan menjaga stabilitas fiskal dan neraca perdagangan nasional di tengah tekanan ekonomi global.

Nicke menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan penurunan drastis permintaan bahan bakar minyak (BBM). Pembatasan mobilitas membuat konsumsi BBM turun hingga lebih dari 30 persen secara tahunan.

Namun di sisi lain, produksi hulu migas tetap berjalan karena pemerintah tidak menyetujui penurunan lifting, dengan pertimbangan menjaga investasi hulu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), serta keberlangsungan tenaga kerja sektor migas.

“Ketika terjadi pembatasan, demand turun sangat drastis sehingga otomatis produksi kilang juga menurun. Namun lifting di hulu tetap harus berjalan karena pemerintah tidak menyetujui penurunan produksi,” ujar Nicke dalam persidangan.

Kondisi tersebut memicu terjadinya kelebihan pasokan (excess) minyak mentah, termasuk crude Banyu Urip yang merupakan minyak mentah bagian negara.

Di tengah keterbatasan kapasitas penyimpanan dan menurunnya kebutuhan kilang, pemerintah melalui mekanisme lintas kementerian kemudian mengambil opsi ekspor sebagai langkah mitigasi risiko yang dinilai paling rasional.

Nicke menegaskan bahwa minyak mentah Banyu Urip yang diekspor merupakan milik negara, sehingga keputusan ekspor tidak berada di tangan Pertamina sebagai korporasi.

“Kalau minyak mentah bagian negara, maka semua keputusan harus ada persetujuan dari negara. Pertamina tidak bisa memutuskan sendiri karena ini bukan barang milik Pertamina,” katanya.

Menurut Nicke, Pertamina hanya menjalankan penugasan sebagai kuasa jual setelah melalui pembahasan bersama SKK Migas, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, serta forum internal seperti oversight committee.

Seluruh proses tersebut juga mempertimbangkan ketentuan bahwa harga jual tidak boleh melanggar batas minimal Indonesian Crude Price (ICP).

Lebih jauh, Nicke mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut justru memberikan manfaat signifikan bagi keuangan negara. Dalam persidangan, ia merujuk pada surat balasan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertanggal 27 Januari 2021 yang menilai langkah Pertamina dan pemerintah menghasilkan penghematan besar.

“KPK menyampaikan bahwa langkah yang diambil Pertamina, membeli crude yang lebih murah dan mengekspor crude Banyu Urip dengan harga sesuai ketentuan, memberikan penghematan keuangan negara sebesar Rp22 triliun,” ujar Nicke di hadapan majelis hakim.

Penghematan tersebut, lanjut Nicke, berasal dari kombinasi penurunan tekanan impor migas, optimalisasi penjualan minyak mentah yang tidak ekonomis diolah di dalam negeri, serta perbaikan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit).

Ia menegaskan bahwa tujuan utama kebijakan pemerintah saat itu bukan semata menurunkan impor, melainkan menyeimbangkan neraca perdagangan secara keseluruhan.

“Tujuan rapat terbatas pemerintah adalah menurunkan current account deficit. Itu ada dua sisi, menurunkan impor dan menaikkan ekspor,” kata Nicke.

Ia juga menepis anggapan bahwa ekspor crude Banyu Urip bertentangan dengan komitmen pemanfaatan minyak mentah domestik.

Menurutnya, kondisi pandemi merupakan situasi luar biasa yang memaksa pemerintah mengambil keputusan berbasis risiko paling kecil.

“Kalau semua opsi menimbulkan kerugian, maka harus dipilih mana yang dampaknya paling kecil bagi negara,” ujarnya.

Previous Post

Gugatan Perdata atas Dugaan Utang Rp 35 Miliar Didaftarkan ke PN Bandung, Libatkan Bupati Cirebon

Next Post

Pengacara Kerry: Hadirkan Ahli di Sidang Tak Relevan Jika Fakta Tidak Terbukti

Related Posts

Tersangka Korupsi Nikel Bos PT Toshida Indonesia Ditahan Kejagung 
Hukum

Tersangka Korupsi Nikel Bos PT Toshida Indonesia Ditahan Kejagung 

Diduga Ada KKN pada Program MBG, Petinggi BGN Dilaporkan ke Kejagung
Hukum

Diduga Ada KKN pada Program MBG, Petinggi BGN Dilaporkan ke Kejagung

Jaksa Tuntut Eks GM Telkom 14 Tahun Penjara Terkait Perkara Pembiayaan Fiktif
Hukum

Jaksa Tuntut Eks GM Telkom 14 Tahun Penjara Terkait Perkara Pembiayaan Fiktif

Kuasa Hukum Laporkan Dugaan Kriminalisasi Ike Kusumawati ke Kejagung dan Komjak
Hukum

Tempuh Banding Vonis Terdakwa Kasus Minyak Mentah, Kejagung Nilai Beberapa Poin Penuntut Umum belum Terakomodir

Leave Comment

Terkini

Pengacara Kondang Protes Segel Kontainer Milik PT PMM Dibuka

Pengacara Kondang Protes Segel Kontainer Milik PT PMM Dibuka

Jemaah Asal Indonesia Ditemukan Wafat Usai Hilang Sepekan, Badal Haji Disiapkan untuk Almarhum

Jemaah Asal Indonesia Ditemukan Wafat Usai Hilang Sepekan, Badal Haji Disiapkan untuk Almarhum

Polsek Pesanggrahan Bekuk Penganiaya Karyawati di JakLingko 49, Pelaku Terungkap Pernah Masuk RS Jiwa

Polsek Pesanggrahan Bekuk Penganiaya Karyawati di JakLingko 49, Pelaku Terungkap Pernah Masuk RS Jiwa

Buntut Jakarta Barat Dijuluki “Gotham City”, Kenneth DPRD DKI Siap Jadi Batman!

Buntut Jakarta Barat Dijuluki “Gotham City”, Kenneth DPRD DKI Siap Jadi Batman!

Jadi Tersangka Korupsi, Eks Dirjen SDA dan 2 Pejabat Kementerian PU Ditahan Kejati DKI

Jadi Tersangka Korupsi, Eks Dirjen SDA dan 2 Pejabat Kementerian PU Ditahan Kejati DKI

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    143 shares
    Share 57 Tweet 36
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    46 shares
    Share 18 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.