HARNAS.CO.ID – Rentetan pembobolan toko menghantui pedagang di pusat perbelanjaan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat (Jakpus). Pasalnya, tindak kejahatan itu menimpa sejumlah toko dengan kerugian cukup besar.
Kasus pembobolan toko tersebut sudah dilaporkan ke polisi, namun Polsek Sawah Besar yang menangani persoalan itu belum mampu menangkap para pelaku kendati pencurian sudah beberapa kali terjadi.
“Polisi sudah cek ke tempat kejadian perkara (toko yang mengalami pencurian), tetapi belum diketahui tindak lanjutnya,” kata salah seorang petugas keamanan yang biasa berjaga di kawasan pusat perbelanjaan Pasar Baru saat ditemui wartawan, Selasa (16/12/2025).
Dia menjelaskan, sudah ada lima toko yang dibobol dalam beberapa waktu belakangan ini. Pelaku pencurian menggasak kabel-kabel listrik, perangkat AC beserta alat-alat pendukungnya seperti kompresor yang harganya mencapai puluhan juta rupiah. Terbaru, pelaku pencurian beraksi di Toko HM pada Senin (15/12/2025) dini hari.
“Pelaku mencuri kabel-kabel listik di Toko HM,” katanya.
Adapun sebelumnya, pencurian terjadi di Toko EJ, DS, MM, dan PT.
“Di Toko PT, pelaku menggondol kabel tembaga 40 meter dan dua kompresor AC sentral, satu kompresor haganya sekitar Rp40 juta,” ujar pria tersebut.
Dia menduga, pelaku yang memahami seluk beluk lokasi berjumlah lebih dari satu orang. Komplotan ini dianggap memiliki spesialisasi menggasak kabel-kabel listrik dan sejenisnya. Sebab, mereka tak ragu mencabut kabel-kabel, perangkat AC, dan kompresor itu meski masih tersambung dengan panel yang teraliri listrik.
“Contohnya di Toko DS, kabel panel (langsung dicuri), meski bertegangan listrik tinggi,” ujarnya mengungkapkan.
Soal waktu dan akses yang digunakan para pelaku masuk ke dalam toko, petugas tersebut mengaku belum bisa memastikan. Sebab, tidak tampak kerusakan pada pintu dan jendela toko. Dugaan sementara, pelaku memanjat dinding toko bagian belakang yang berhimpitan dengan kawasan permukiman.
“Karena saat polisi melakukan penyisiran sempat terlihat ada bangku di rumah kosong di belakang deretan toko. Bangku ini diduga digunakan untuk naik ke atap rumah kosong itu dan kemudian memanjat ke dinding toko,” kata dia lagi.
Selain itu, para pelaku sempat diduga memanjat pohon besar tumbuh dan menempel di bagian belakang salah toko yang kemalingan.
“Kami curiga juga pelaku manjat pohon itu untuk menuju bagian atas toko tempat panel listrik, perangkat AC, hingga kompresor berada. Pohon itu kemudian ditebang untuk mencegah pencurian berulang,” ujarnya.
Akan tetapi, pencurian tetap saja terjadi lagi meski pohon tersebut sudah ditebang.
“Jadi kemungkinannya pelaku punya akses lain untuk masuk ke toko yang menjadi sasarannya.”
Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Baru Jakpus, Haresh, mengakui adanya keresahan dari para pedagang seiring berulangnya pembobolan toko yang berujung raibnya sejumlah barang-barang berharga. Oleh karena itu, dia pun mendesak polisi segera menangkap para pelaku.
“Harus bisa ditangkap secepatnya karena pedagang resah apabila mereka (pelaku) masih berkeliaran,” ujar Haresh menegaskan.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar AKP M Rosid saat dikonfirmasi enggan menjelaskan mengenai perkembangan penanganan tindak kriminal pembobolan yang menyasar sejumlah toko di pusat perbelanjaan Pasar Baru, Jakpus. Bahkan, Rosid mengaku belum menerima laporan mengenai rentetan aksi pembobolan toko itu.
“Belum ada laporan, (pencurian) yang mana, coba informasikan ke saya,” kata Rosid.










