HARNAS.CO.ID – Kebakaran hebat yang melanda gedung apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, turut memakan korban warga negara Indonesia (WNI). Berdasarkan laporan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hong Kong, WNI yang tewas akibat kebakaran itu sebanyak 9 orang.
“Estimasi jumlah WNI tinggal di kompleks apartemen adalah 140 orang, sebanyak 95 (di antaranya) selamat, 9 terverifikasi meninggal dunia, 1 orang dirawat di rumah sakit,” tulis KJRI Hong Kong melalui siaran pers Senin (1/12/2025).
KJRI Hong Kong menjelaskan, sebanyak 35 WNI lainnya masih berstatus unknown whereabouts alias hilang.
Lebih lanjut, KJRI Hong Kong menyebut, peristiwa kebakaran hebat tersebut sejauh ini mengakibatkan 146 orang tewas dan 79 luka serius. Upaya pencarian korban masih terus dilakukan oleh otoritas setempat.
“Pemerintah Hong Kong memberikan warning bahwa angka kematian akan terus bertambah seiring dengan pencarian dan identifikasi korban yang masih terus berlangsung,” ujar KJRI Hong Kong.
Adapun terkait WNI meninggal imbas kejadian tersebut, KJRI Hong Kong
Adapun terkait WNI meninggal imbas kejadian tersebut, terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan upaya terbaik repatriasi jenazah dan hak-hak korban.
Insiden kebakaran di tujuh gedung apartemen pada kawasan pemukiman Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, terjadi Rabu (26/11/2025).
Sebelumnya, KJRI Hong Kong menyatakan, merujuk hasil konsolidasi data ketenagakerjaan serta verifikasi lapangan secara langsung, 140 WNI yang tinggal di apartemen merupakan pekerja migran sektor domestik bekerja pada kawasan permukiman Wang Fuk Court.
KJRI Hong Kong juga membuka posko kedaruratan pada gedung KJRI Hong Kong sejak Rabu malam, guna pengumpulan informasi, serta antisipasi WNI terdampak yang mengungsi.
Setelah mendapatkan izin otoritas setempat, pada Kamis (27/11/2025) pagi, KJRI mengirimkan tim ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan verifikasi WNI atau yang terdampak, serta distribusi bantuan logistik yang diperlukan, seperti; makanan, minuman, dan sanitary pack.
Tak hanya itu, KJRI Hong Kong turut mendirikan posko kedaruratan pada Tai Po Community segera setelah mendapatkan clearence dari Pemerintah Hong Kong dan Tai Po District Office pada Jumat (28/11/2025) pagi.
“Dengan fungsi utama, identifikasi dan verifikasi WNI/PMI yang terdampak, distribusi bantuan logistik yang diperlukan, dalam hal kehilangan Paspor RI, melakukan fasilitasi awal guna penerbitan ulang, dan asistensi lain yang mungkin dilakukan sesuai dengan protokol keselamatan, hukum dan ketentuan setempat yang berlaku,” ujar KJRI Hong Kong.









