HARNAS.CO.ID – Kepolisian Sektor (Polsek) Pesanggrahan, Jakarta Selatan, (Jaksel) masuk nominasi Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Award 2025. Hal ini ditandai oleh langkah anggota Kompolnas meninjau langsung Polsek Pesanggarahan.
“Kami visitasi (kunjungan langsung) berkenaan dengan Polsek Pesanggrahan sebagai nominasi dari Kompolnas Award. Dari 317 polsek seluruh Indonesia, salah satunya adalah Polsek Pesanggrahan, ini luar biasa,” kata Anggota Kompolnas Ida Oetari dikutip Jumat (4/7/2025)
Diketahui, kunjungan anggota Kompolnas Ida Oetari ke Mapolsek Pesanggrahan berlangsung Kamis (3/7/2025). Polsek Pesanggarahan merupakan nominasi Kompolnas Award 2025 untuk kategori Polsek Tipe A – Penegakkan Hukum (Gakkum).
Ida menjelaskan, pihaknya ingin mengklarifikasi secara langsung tentang kebenaran data terkait penilaian tahap pertama yang disampaikan kepada Kompolnas.
Penilaian tersebut, ungkap Ida, antara lain menyangkut inovasi, peran Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan media, kepemimpinan kapolsek, dan penyelesaian masalah terhadap situasi di wilayah.
Dengan demikian, Kompolnas bisa memastikan data tersebut tak hanya bagus di atas “kertas” semata.
“Oleh karena itu, kami meminta masukan dari stakeholder, tokoh masyarakat, tokoh agama, bahkan tadi ada anggota dewan yang di daerah pemilihan (dapil) selatan,” ujar Ida menerangkan.
Kemudian, dia menyebut, pihaknya juga meminta tanggapan warga yang telah mendapatkan pelayanan dari Polsek Pesanggrahan. Selain itu, Kompolnas turut meminta keterangan dari kapolsek Pesanggrahan beserta jajaran seperti para kepala unit (kanit) hingga anggota Bhabinkamtibmas.
Lebih lanjut, Ida mengatakan, dari sejumlah komponen penilaian, aspek inovasi merupakan salah satu unsur utama.
“Kami melihat apa inovasi yang sudah dilakukan polsek ini guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Itu yang paling penting yaitu inovasinya,” kata Ida menegaskan.
Adapun berdasarkan hasil peninjauan, Ida memandang, masyarakat menerima kehadiran Polsek Pesanggrahan. Sebab, mereka merasa mendapatkan pelayanan secara baik.
Ia turut menyinggung program ‘Zero Tawuran’ yang digulirkan Polsek Pesanggrahan dan diimplementasikan antara lain melalui pendirian pos pantau cegah tawuran.
“Dulu ada tawuran sekarang tidak ada. Itu inovasi Polsek Pesanggrahan sehingga layak menjadi nominasi ‘Kompolnas Award 2025’,” ujar Ida menambahkan.
Terungkap, selain Polsek Pesanggrahan, ada empat polsek lain yang masuk nominasi kategori Polsek Tipe A-Gakkum yaitu Polsek Makassar, Polsek Sewon (Jawa Tengah), Polsek Pasar Kemis (Tangerang), dan Polsek Medan Kota.
Optimistis Menang
Sementara, Kapolsek Pesanggrahan AKP Seala Syah Alam optimistis Polsek Pesanggrahan bisa meraih Kompolnas Award 2025. Keyakinan ini berdasarkan berbagai inovasi dan kinerja anggota Polsek Pesanggrahan.
Seala lalu membeberkan sejumlah inovasi yang sudah dihadirkan. Salah satunya yakni renovasi total area dan gedung Polsek Pesanggrahan.
“Kemudian pelayanan SPKT dan SKCK berbasis digital, dan untuk indeks kepuasan masyarakat sekarang menggunakan tablet,” ujarnya.
Berikutnya, Seala menyebut, pihaknya juga memberikan ruang dan akses khusus bagi penyandang disabilitas.
Tak hanya itu, Polsek Pesanggrahan terpantau menyediakan beberapa fasilitas lain di antaranya ruang anak dan laktasi.
Sedangkan terkait capaian kinerja, Polsek Pesanggrahan mencatat sepanjang Januari-April tahun 2025, telah menyelesaikan sebanyak 80 kasus melalui mekanisme penyelesaian masalah dan 103 publikasi pemberitaan media.
Seala memastikan, Polsek Pesanggrahan terus berupaya menghadirkan inovasi. Terkini, Polsek Pesanggrahan tengah mengembangkan penggunaan teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk pelaporan aduan serta pendataan setiap kegiatan masyarakat.
Sebagai informasi, pada pertengahan Juni 2025, Kompolnas telah mengumumkan
daftar nominator Kompolnas Awards 2025. Penghargaan tahunan ini kembali digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap satuan kerja Polri yang dinilai unggul dalam pelayanan, penegakan hukum, serta pengelolaan organisasi secara transparan dan akuntabel.
Seluruh nominator menjalani penilaian lanjutan oleh tim Kompolnas melalui pengumpulan data lapangan serta partisipasi masyarakat secara online atau dalam jaringan (daring).
Terungkap, Kompolnas turut menyediakan platform khusus agar publik bisa menilai pelayanan dan kepemimpinan dari masing-masing satuan kerja (satker) yang masuk dalam daftar itu.










