Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Kesra

Kenali Begomovirus yang Mengincar Produksi Sayuran, Miliki Karakteristik Gejala Beragam

by Aria Triyudha
30/10/2026
Kenali Begomovirus yang Mengincar Produksi Sayuran, Miliki Karakteristik Gejala Beragam

Ilustrasi daun sayuran yang menguning. (Foto: Dok BRIN)

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID – Pernahkah anda melihat daun sayuran yang menguning, berubah bentuk, hingga tanaman tumbuh kerdil? Terungkap, sejumlah hal itu bukan sekadar persoalan penampilan tanaman.

Gejala tersebut dapat menjadi indikasi serangan Begomovirus, kelompok virus penyebab penyakit kuning yang mengancam berbagai komoditas sayuran di Indonesia. Jika tidak dikenali sejak dini, infeksi ini berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman.

Ancaman tersebut menjadi perhatian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Hortikultura, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP).

Melalui webinar HortiActive #31 bertema “Mewaspadai Serangan Begomovirus pada Komoditas Sayuran di Indonesia”, belum lama ini, BRIN mengajak peneliti dan pelaku pertanian meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit tersebut.

Seperti dikutip Jumat (30/10/2026), Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Hortikultura BRIN, Catur Hermanto menjelaskan, penyakit kuning akibat infeksi Begomovirus memiliki karakteristik gejala yang beragam. Penyakit ini ditemukan pada sejumlah komoditas, antara lain cabai, terung, tomat, kacang panjang, kacang lima, mentimun, labu siam, dan bayam. Gejala yang muncul dapat berupa perubahan warna atau penguningan daun, malformasi daun, tulang daun yang tampak lebih jelas, perubahan bentuk bunga dan buah, tanaman kerdil, roset, hingga daun menyempit.

Menariknya, kata Catur, gejala penyakit tidak selalu muncul secara seragam. Tanaman yang tumbuh berdekatan bahkan dapat menunjukkan pola penguningan yang berbeda. Pada satu tanaman, gejala juga dapat terlihat hanya pada sebagian daun. Perubahan biasanya mulai tampak pada daun muda. Pada tanaman cabai, penguningan dapat berkembang semakin intens hingga dalam kondisi tertentu daun terlihat memutih.

Variasi gejala tersebut, ujar Catur, menyebabkan pengamatan visual saja belum tentu cukup untuk memastikan penyebab penyakit. Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi virus yang menginfeksi tanaman. Ia menjelaskan, Begomovirus merupakan genus dalam famili Geminiviridae yang penularannya terutama berkaitan dengan kutu kebul (Bemisia tabaci) sebagai serangga vektor.

Dinamika penyakit itu dipengaruhi interaksi antara patogen, serangga vektor, tanaman inang, dan lingkungan. Berbagai jenis virus juga dapat ditemukan pada komoditas yang berbeda sehingga identifikasi penyebab infeksi dan pola penularannya menjadi bagian penting dalam penelitian dan pengendalian.

Gulma Perlu Diwaspadai

Selain tanaman budidaya, keberadaan gulma di sekitar lahan pertanian juga perlu mendapat perhatian. Catur menjelaskan, sejumlah jenis gulma dapat berperan sebagai tanaman inang Begomovirus dan berpotensi menjadi sumber inokulum bagi tanaman budidaya. Salah satunya adalah bandotan (Ageratum conyzoides) serta beberapa jenis rumput yang terinfeksi.

Gulma tersebut berpotensi menjadi sumber penularan ke berbagai tanaman, termasuk cabai, terung, tomat, dan mentimun. Karena sering tumbuh di lahan pertanian tanpa mendapat perhatian khusus dalam pengendalian penyakit, menurut dia, keberadaan gulma perlu ikut diperiksa ketika petani melakukan pemantauan kondisi tanaman.

“Penyakit kuning pada tanaman sayuran memiliki kompleksitas yang perlu dipahami secara menyeluruh. Gejala yang muncul tidak selalu seragam meskipun infeksi terjadi pada tanaman yang berdekatan. Fenomena lain yang perlu dicermati adalah infeksi yang terjadi bersifat acak dengan gejala yang mencolok yang mengindikasikan adanya infeksi melalui benih (biji maupun semaian),” kata Catur.

“Turut ditemukan kasus terjadi infeksi secara parsial dalam satu tanaman. Sehingga dengan karakter gejala yang beragam ini, identifikasi penyebab penyakit perlu didukung penelitian lebih lanjut, termasuk melalui identifikasi molekuler virus dari berbagai tanaman inang,” ucap dia menambahkan.

Perkuat Deteksi Dini

Lebih jauh, Catur mengungkapkan soal tantangan lain dalam pengendalian Begomovirus menyangkut keterbatasan data mengenai sebaran penyakit dan dampak ekonominya. Meskipun laporan dari berbagai sentra produksi sayuran menunjukkan tingkat kejadian penyakit yang bervariasi, data nasional mengenai distribusi geografis dan besarnya kerugian ekonomi masih belum tersedia secara memadai.

Oleh karena itu, menurut dia, penelitian lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi keragaman virus dan vektor, memahami hubungan virus dengan tanaman inang, mempelajari mekanisme penularan, mengukur kehilangan hasil, serta mengeksplorasi peluang pengembangan varietas tanaman yang tahan terhadap infeksi.

“Deteksi dini dan pemahaman pola penularan menjadi bagian penting dalam merumuskan strategi pengendalian yang efektif. Penelitian mengenai keragaman virus, hubungan dengan tanaman inang, serta peluang pengembangan varietas tahan juga diperlukan untuk mendukung pengelolaan penyakit secara berkelanjutan,” ujar Catur.
Dalam praktiknya, kewaspadaan terhadap penyakit ini dapat ditingkatkan melalui pemantauan tanaman secara rutin, penggunaan bahan tanam sehat, pengamatan keberadaan kutu kebul, sanitasi lahan, serta pengelolaan gulma yang berpotensi menjadi tanaman inang.

Berbagai langkah tersebut perlu dipadukan dengan penelitian dan penerapan strategi pengendalian terpadu sesuai kondisi setempat. Melalui HortiActive #31, BRIN mendorong penguatan pemahaman mengenai penyakit kuning pada sayuran sekaligus memperkuat kolaborasi antara peneliti dan pelaku pertanian.

Previous Post

Pengembangan DJKA Kemenhub, KPK Terbitkan Sprindik Baru Korupsi Kereta Sumsel

Related Posts

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate
Teknologi

Kolaborasi dengan Pemprov Jabar, BRIN Uji Coba I-SEATER Selama Satu Bulan di Gedung Sate

Kolaborasi dengan ISRO, BRIN Ikut Pantau Peluncuran Roket India
Teknologi

Kolaborasi dengan ISRO, BRIN Ikut Pantau Peluncuran Roket India

BRIN Uji Coba Drone Alap-alap: Terbang Mulus Bawa Tabung Flare di Ketinggian Seribu Kaki
Teknologi

BRIN Uji Coba Drone Alap-alap: Terbang Mulus Bawa Tabung Flare di Ketinggian Seribu Kaki

Kawal Unjuk Rasa di Jakarta, Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan
Nusantara

Kawal Unjuk Rasa di Jakarta, Ribuan Personel Gabungan Dikerahkan

Leave Comment

Terkini

Kenali Begomovirus yang Mengincar Produksi Sayuran, Miliki Karakteristik Gejala Beragam

Kenali Begomovirus yang Mengincar Produksi Sayuran, Miliki Karakteristik Gejala Beragam

Pengembangan DJKA Kemenhub, KPK Terbitkan Sprindik Baru Korupsi Kereta Sumsel

Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, KPK Geledah Kantor Djarum di Kudus

Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, KPK Geledah Kantor Djarum di Kudus

Wakil Jaksa Agung, Jampidsus Hingga Jampidum Dirombak Presiden pasca Kasus Febrie

Kantongi Keterlibatan Foster Oil Energy dan Migas Kota Bekasi, Kejagung Garap Dua Eks Dirjen Kementerian ESDM

Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker

Tindak Lanjut OTT yang Batal, Wabub Sekda Hingga Ajudan Bupati Bogor Diperiksa KPK

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    149 shares
    Share 60 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    55 shares
    Share 22 Tweet 14
  • Cari Aktor Lain di Proyek EDC BRI, KPK Dalami Peran Direktur Utama PT Integra Pratama

    53 shares
    Share 21 Tweet 13
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    50 shares
    Share 20 Tweet 13
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.