HARNAS.CO.ID – Baznas (Bazis) DKI Jakarta melalui Tim Baznas Bazis Tanggap Bencana (BBTB) memberangkatkan tim respons dan pemulihan tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bertajuk “Napas untuk Negeri” ke Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Aksi yang berlangsung pada 30 Oktober–6 November 2026 ini berfokus melindungi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan, dari bahaya asap Karhutla.
Secara konkret, Tim BBTB mengimplementasikannya melalui empat program utama, yaitu Rumah Sehat Oksigen, Layanan Home Visit Medis, Pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh, serta Logistik dan Dukungan APD. Targetnya, menjangkau sedikitnya 1.500 jiwa penerima manfaat langsung di wilayah terdampak, dengan total alokasi anggaran Rp223.442.500.
“Asap tidak berhenti di batas provinsi. Karena itu, kepedulian kita juga tidak boleh berhenti di sana,” kata Ketua Baznas (Bazis) DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, empat program utama yang direalisasikan Baznas (Bazis) DKI Jakarta tersebut berasal dari donasi masyarakat.
“Ketika saudara kita di Kalimantan Tengah sulit bernapas, donasi warga Jakarta hadir untuk menjaga napas mereka. Setiap rupiah yang dititipkan masyarakat wajib kami pertanggungjawabkan,” ujar Akhmad menegaskan.
Diketahui, Karhutla di Kalteng dan berbagai wilayah Indonesia memicu krisis kualitas udara dan sederet masalah kesehatan lainnya. Hal ini terungkap dari lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), rusaknya lingkungan, dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat yang turut terdampak.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang dipublikasikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 21 Oktober 2026 tercatat 333.470 kasus ISPA akibat kabut asap Karhutla di 68 kabupaten/kota pada 7 provinsi prioritas.
Dari total kasus tersebut, sebanyak 75.172 kasus dialami anak usia 0–5 tahun, sementara pada kelompok lanjut usia (usia di atas 60 tahun) tercatat 49.680 kasus.
Tercatat pula 10 korban meninggal dunia, termasuk warga terdampak dan petugas pemadam, serta 349 korban luka-luka. Adapun pemantauan titik panas (hotspot) mencakup 81 kabupaten/kota. Meski jumlah hotspot nasional sempat turun menjadi 147 titik pada 25 Oktober, Kalteng tetap menjadi wilayah prioritas penanganan darurat.
Tempat Pemulihan
Kepala Bidang II Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas (Bazis) DKI Jakarta Nurminto menjelaskan mengenai empat program utama terkait aksi “Napas untuk Negeri”.
Pertama, Rumah Sehat Oksigen (Shelter Steril Tahan Asap). Program ini menyediakan shelter dengan udara tersaring steril berteknologi filter HEPA, unit medis, tabung oksigen, nebulizer, kipas penyejuk, dan velbed pasien. Shelter menjadi tempat pemulihan dan terapi pernapasan darurat bagi balita, lansia, ibu hamil, serta warga mengalami sesak napas.
Kemudian, layanan Home Visit Medis oleh tim dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang terisolasi asap tebal.
Berikutnya pendistribusian Logistik Paket Keluarga Tangguh. Paket disalurkan bersamaan dengan layanan Home Visit Medis, berisi biskuit, susu steril, susu, Vitamin C dan Caviplex, serta masker KN95 atau masker medis. Bantuan ini ditujukan untuk memenuhi gizi, menjaga daya tahan tubuh, dan melindungi saluran pernapasan keluarga.
Adapun terkait logistik dan dukungan APD ditujukan untuk mendukung pemadaman melalui 2 unit mesin pompa Alkon set pemadam penanganan titik api prioritas. Selain itu, distribusi 100 paket APD berupa masker respirator beserta refil, kacamata goggles, sarung tangan safety, dan sepatu bot safety.
Kolaborasi Zakat dan Infak
Sebagai informasi, aksi darurat ini terwujud berkat kepedulian dan donasi masyarakat, muzaki, serta munfiq DKI Jakarta yang disalurkan melalui Baznas (Bazis) DKI Jakarta. Penghimpunan donasi kampanye “Napas untuk Negeri” dibuka hingga 30 November 2026, dengan target Rp3 miliar untuk menjangkau 20.139 penerima manfaat. Termasuk 1.500 penerima manfaat langsung dalam aksi tanggap darurat ini. Hingga 29 Oktober 2026, donasi yang terhimpun mencapai Rp316.060.956.
Seluruh elemen masyarakat diajak untuk terus bergandengan tangan mendukung saudara-saudara di Kalimantan yang terdampak bencana asap Karhutla. Donasi dapat disalurkan melalui tautan s.id/daruratoksigen.
“Kami juga mengharapkan para donatur yang ingin menyisihkan penghasilannya untuk para korban terdampak di tujuh provinsi di Indonesia,” ujar Nurminto menambahkan.










