HARNAS.CO.ID – Pendiri SAR Universitas Hasanuddin (SAR Unhas) Umar Arsal menyambut positif dan memberikan dukungan terhadap gagasan menjadikan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai Pusat Literasi Kebencanaan (PLB) di Indonesia.
“Kami sangat mendukung adanya Pusat Literasi Kebencanaan yang digagas oleh Perpusnas. Degan begitu akan memperkaya khasanah bacaan dan pengetahuan bagi generasi muda tentang kebencanaan dan kegiatan kemanusiaan,” ujar Umar saat dimintai tanggapannya di sela-sela seminar kebencanaan dan peluncuran buku “Rumah Jingga Tamalanrea” Cikal Bakal SAR Mahasiswa di Indonesia: 40 Tahun SAR Unhas di Jakarta, Senin (21/9/2026).
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto sebelumnya mengajak SAR Unhas untuk bekerjasama dalam membangun pusat literasi kebencanaan nasional.
“Kami harapkan dukungan dari SAR Unhas dan elemen relawan kemanusiaan lainnya agar bisa mengisi bahan pustaka pada pusat literasi kebencanaan tersebut,” ujarnya.
Menurut Suharyanto, Perpusnas memiliki kurang lebih 1.600 koleksi tentang kebencanaan, terdiri dari monograf, buku langka, Naskah Kuno Nusantara, peta, foto, surat kabar, majalah, dan lain sebagainya.
Perpusnas juga mengelola penerbitan buku tentang bencana melalui layanan ISBN. Data sampai bulan Agustus 2026 terdapat 3.234 Judul buku tentang bencana.
Selain itu, lanjut Suharyanto, Perpusnas juga memiliki fasilitas ruangan yang dapat digunakan untuk edukasi, pameran, seminar dan workshop tentang kebencanaan. Fasilitas ruangan ini dapat digunakan oleh para relawan, komunitas, instansi pemerintah dan swasta.
“Melalui Layanan ISBN dan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR), kami memastikan setiap karya kebencanaan tersimpan abadi dan dapat diakses masyarakat luas,” tuturnya.
Selama ini belum banyak diketahui publik, tambah Suharyanto, bahwa Perpusnas terlibat secara langsung dalam penyelamatan koleksi di beberapa daerah seperti di Garut (2016), Jeneponto (2019) dan Aceh (2026) pascabencana yang menimpa, terutama dalam melakukan penanganan koleksi terdampak banjir melalui proses asesmen, pembersihan, dan penyelamatan bahan pustaka yang mengalami paparan air dan lumpur.










