Harnas.CO.ID
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial
No Result
View All Result
Harnas.CO.ID
No Result
View All Result
Home Hukum

Geledah 6 Lokasi di Sukoharjo, KPK Temukan Duit hingga Perhiasan Diduga Hasil Pemerasan Etik Suryani

by Fadlan Butho
15/07/2026
Cak Imin Siap Bantu KPK Bongkar Korupsi di Kemenaker

Gedung Merah Putih KPK, Jakarta | DOK HARNAS.CO.ID

Share on FacebookShare on TwitterWhatsapp

HARNAS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di 6 lokasi di Sukoharjo, Jawa Tengah, terkait kasus dugaan pemerasan Bupati Etik Suryani. Dari penggeledahan tersebut, KPK menemukan barang bukti uang hingga perhiasan yang diduga sebagai hasil pemerasan.

“Dalam rangkaian kegiatan penggeledahan tersebut, penyidik mengamankan barang bukti sejumlah barang bukti elektronik, dokumen, uang, dan juga perhiasan,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di kantornya, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/7/2026).

Sayangnya Budi belum bisa menjabarkan berapa jumlah uang dan perhiasan yang berhasil disita penyidik. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan KPK pada 14 Juli 2026 kemarin.

Adapun 6 lokasi yang digeledah KPK yakni rumah dinas bupati, kantor bupati, kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo.

Rangkaian penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan yang dilakukan Bupati Sukoharjo Etik Suryani itu berlanjut hingga hari ini. Untuk hari ini, ada 3 lokasi yang digeledah penyidik KPK, salah satunya adalah kantor BPKAD Kabupaten Sukoharjo.

“Ada kebutuhan penyidik untuk mencari bukti-bukti tabahan yang diputuhkan dalam proses pengungkapan perkara ini sehingga menjadi lebih terang,” ucap Budi.

Modus Pemerasan

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan pemerasan. Modus pemerasan yang dilakukan Etik pun beragam.

Praktik haram tersebut merupakan warisan dari Bupati Sukoharjo sebelumnya, yang merupakan suami dari Etik Suryani, Wardoyo Wijaya.

Wardoyo diketahui merupakan Bupati Sukoharjo 2 periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2021. Begitu pula dengan Etik, yang menjabat Bupati Sukoharjo periode 2021-2025 dan 2025 hingga saat ini.

Modus pertama yakni dengan menerbitkan 2 Surat Keputusan (SK) Bupati setiap tahun sejak 2021 sampai 2026. Pertama, SK Bupati tentang Penerimaan dan Besarnya Pembayaran Insentif Pemungutan Pajak Daerah.

Kemudian, SK Bupati tentang Penerima dan Besarnya Pembayaran Insentif Pemungutan Retribusi Daerah pada Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukoharjo.

Kedua SK Bupati tersebut, diduga digunakan sebagai “alat” oleh Etik untuk melakukan pemerasan ‘Setoran Upah Pungut (UP)’ di lingkungan BPKAD Sukoharjo.

“Di lingkungan BPKAD Sukoharjo, di mana ETS meminta Saudara RCH (Richard Tri Handoko) selaku Kepala BPKAD Pemkab Sukoharjo mengumpulkan sekitar 40% dari insentif yang diterima oleh sejumlah pegawai pada BPKAD tadi. Nah insentifnya dari yang seharusnya diterima 100%, dipotong 40%,” ungkap Asep.

Selama periode 2021-2026 tersebut, diketahui total setoran upah pungut yang diterima Etik mencapai Rp2,93 miliar.

Modus kedua yakni ‘Setoran Rutin OPD’. Etik Suryani juga memeras sejumlah organisasi perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

Untuk uang haram dari sejumlah OPD ini, Etik mengutus Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sukoharjo, Tri Mulyo (TRM), sebagai operator.

Ironinya, praktik pemerasan terhadap sejumlah OPD ini juga dilakukan Bupati Sukoharjo sebelumnya.

“Ini salah satu, yang apa namanya contoh permintaan dari Bupati kepada pegawai bagian umum. Jadi minta dicarikan Rp500 juta. Itu Rp500 juta maksudnya untuk keperluan akhir tahun. Bahwa atas perintah ETS, TRM mengumpulkan setoran-setoran dari para OPD setiap tahun dan pada momentum THR,” terang Asep.

Selama periode 2024-2026 total penerimaan Etik dari ‘Setoran Rutin OPD’ yang dikumpulkan Tri Mulyo sebesar Rp840 juta, dengan rincian sebagai berikut:
a. Tahun 2024: Rp245 juta
b. Tahun 2025: Rp350 juta
c. Tahun 2026: Rp245 juta

Bahkan, sumber uang haram Etik tak hanya berasal dari potongan insentif dan setoran OPD. KPK menduga, Etik juga menerima uang haram dari sumber berbeda, yang juga dikumpulkan oleh Tri Mulyo.

“Selain itu TRM juga diduga memberikan setoran yang berasal dari bukti pengeluaran fiktif dan mark-up pengadaan pada Bagian Umum Pemkab Sukoharjo,”

Untuk penerimaan selain potongan insentif dan setoran OPD tersebut, masih didalami oleh KPK.

Previous Post

KPK Periksa PT Putra Perkasa Abadi dan Eks Komisaris PT Pratama Andalan Persada

Next Post

Kejagung Benarkan Stop Pengumpulan Data Kasus MBG di Seluruh Indonesia

Related Posts

METOO Luncurkan Extra Fresh Perfume Toothpaste Orange Bloom lewat Aktivasi “Fresh Smiles Starts Here”
Advertorial

METOO Luncurkan Extra Fresh Perfume Toothpaste Orange Bloom lewat Aktivasi “Fresh Smiles Starts Here”

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Ribuan Rumah Rusak
Nusantara

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Gempa NTT Renggut 47 Korban Jiwa, 5 Ribu Warga Mengungsi
Nusantara

Gempa NTT Renggut 47 Korban Jiwa, 5 Ribu Warga Mengungsi

Ganti Kuasa Hukum-Tempuh Mediasi, Lintas Armada Indonesia Komitmen Tuntaskan Masalah Internal
Ekonomi

Ganti Kuasa Hukum-Tempuh Mediasi, Lintas Armada Indonesia Komitmen Tuntaskan Masalah Internal

Leave Comment

Terkini

METOO Luncurkan Extra Fresh Perfume Toothpaste Orange Bloom lewat Aktivasi “Fresh Smiles Starts Here”

METOO Luncurkan Extra Fresh Perfume Toothpaste Orange Bloom lewat Aktivasi “Fresh Smiles Starts Here”

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 53 Orang, Ribuan Rumah Rusak

Gempa NTT Renggut 47 Korban Jiwa, 5 Ribu Warga Mengungsi

Gempa NTT Renggut 47 Korban Jiwa, 5 Ribu Warga Mengungsi

Ganti Kuasa Hukum-Tempuh Mediasi, Lintas Armada Indonesia Komitmen Tuntaskan Masalah Internal

Ganti Kuasa Hukum-Tempuh Mediasi, Lintas Armada Indonesia Komitmen Tuntaskan Masalah Internal

Geber Pencegahan Banjir, Pemkot Jaksel Keruk Kali Pesanggrahan Lewat Aksi ‘Merah Putihkan Jakarta’

Geber Pencegahan Banjir, Pemkot Jaksel Keruk Kali Pesanggrahan Lewat Aksi ‘Merah Putihkan Jakarta’

Terpopuler

  • Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    Iwan Bomba Ditengarai Menjadi Pihak di Balik Kriminalisasi Istri Mendiang Ferry Mursyiddan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Diduga Cemari Nama Baik Bupati Biak Numfor, GPAI Laporkan LMHKN-Joe Lawalata ke Mabes Polri

    91 shares
    Share 36 Tweet 23
  • Sebagai Wujud Syukur, PT Metal Smeltindo Selaras Berbagi di Bulan Ramadhan 2023

    54 shares
    Share 22 Tweet 14
  • LSM Pemantau Kinerja Pemerintah Tolak Penetapan PT Anugerah Bangun Kencana

    48 shares
    Share 19 Tweet 12
  • Kejari Jaksel Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif di Bank BRI

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
Harnas.CO.ID

Mengulas isu terkini.

About Us

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Kontak Kita

Kategori

  • Politik
  • Kesra
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi

Contact Us

Hubungi redaksi melalui email di bawah ini : harnas.co.id@gmail.com
Alamat :
JL. Mampang Prapatan Raya NO. 26,
Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan,
Kota Adm. Jakarta Selatan
Provinsi DKI Jakarta
Kode Pos 12790

© 2022 Harnas.CO.ID.

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Kesra
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Global
  • Nusantara
  • Lifestyle
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Advertorial

© 2022 Harnas.CO.ID.