HARNAS.CO.ID – Lapangan Belalang, Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Minggu (28/6/2026) ramai diserbu warga. Rupanya, mereka datang untuk menghadiri pasar rakyat yang digelar Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Pasar rakyat tersebut menjual sembako dengan harga murah, yakni beras, minyak goreng, dan gula. Selain sembako dengan harga miring, tersaji pula kegiatan lain guna menyemarakkan gelaran Pasar Rakyat itu. Mulai dari wahana permainan anak, makan gratis, panggung hiburan hingga nonton bareng (nobar) Piala Dunia 2026.
Meski begitu, penjualan sembako murah yang menjadi favorit warga. Pasalnya, ratusan warga baik laki-laki maupun perempuan rela mengantre untuk bisa membeli beras, minyak goreng, dan gula yang dijual dibawah harga pasar itu.
Teknisnya, warga harus lebih dulu antre untuk membeli kupon. Pihak panitia menyediakan tiga kupon mewakili tiga barang kebutuhan pokok yang tersedia. Setiap warga hanya boleh membeli paling banyak tiga pack untuk setiap barang kebutuhan pokok
Bagi yang sudah membeli kupon, mereka bisa menuju ke meja sembako. Kupon itu nantinya ditukarkan dengan barang kebutuhan pokok.
Sama seperti saat membeli kupon, warga juga harus mengantre ketika ingin menukarkannya dengan beras, minyak goreng, dan gula.
Meski begitu, warga tetap senang dan mengapresiasi kendati harus mengikuti antrean panjang dan mengapresiasi pasar rakyat yang digelar Polri.
“Karena barang kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula sdang mahal harganya, tapi yang dijual di pasar rakyat ini murah dan berkualitas,” kata salah seorang warga, Didin Khaeruddin (54) saat ditemui awak media.
Didin tampak menenteng dua plastik besar berisi beras kemasan, minyak goreng, dan gula.
“Saya beli beras, minyak goreng goreng, dan gula masing-masing tiga kemasan. Karena satu orang maksimal boleh beli tiga kemasan dari setiap kebutuhan pokok itu,” ujar Didin.
Ia sendiri mengetahui event pasar rakyat yang dihelat Mabes Polri itu dari pengumuman di lingkungan tempatnya bermukim.
Secara keseluruhan, Didin menilai penyelenggaraan pasar rakyat itu sudah baik dan membantu warga di tengah melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok.
Aspek yang perlu diperbaiki, kata dia menambahkan, terkait antrean panjang untuk membeli sembako.
“Antreannya memang panjang bikin kita lelah, maka antreannya supaya diperbaiki lagi,” ujarnya.
Selain itu, Didin pun berharap, kegiatan pasar rakyat oleh Polri bisa digelar secara berkelanjutan ke depannya.
Sementara, Koordinator Pasar Rakyat wilayah Jaksel, Kombes Pol Raden Tri Wahyu Budiyanto mengatakan, penyelenggaraan pasar rakyat di Lapangan Belalang, Rawajati, Pancoran, Jaksel bagian dari langkah menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80.
“Pasar rakyat yaitu pembelian sembako murah, makan gratis melalui UMKM kemudian panggung hiburan, permainan anak dan nobar Piala Dunia,” kata Raden.
Terkait sembako murah, dia menyebut, Mabes Polri mempersilakan pembelian beras lima kilogram seharga Rp50 ribu, minyak goreng satu liter Rp10 ribu, dan gula satu kilogram Rp10 ribu.
Warga yang datang ke pasar rakyat cukup membeli kupon sesuai dengan bahan kebutuhan pokol yang diinginkan.
“Beli kupon, ada (kupon) beras, ada gula dan minyak goreng. Setelah beli kupon, kupon ini ditukarkan dan dapat sembako, sehingga masyarakat bisa membeli dengan paket murah tersebut,” ujar Raden.
Tak hanya itu, warga yang sudah membeli kupon juga mendapatkan merchandise.
Penyelenggaraan pasar rakyat tersebut tak hanya digelar di Rawajati, Pancoran, Jaksel, namun juga digelar serentak di Jakarta Pusat, Jakarta Pusat, Kabupaten Bekasi, dan Tangerang Selatan.
“Total paket (sembako) seluruhnya 75 ribu paket,” ujar Raden.
Raden berharap, penyelenggaraan pasar rakyat itu semakin mendekatkan Polri dengan masyarakat.
“Termasuk dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 Polri mengabdi pada masyarakat umum,” kata dia menambahkan.










