HARNAS.CO.ID – Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line 5568 A (Kampung Bandan-Cikarang) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam sekitar pukul 20.52 WIB.
Hantaman keras yang terjadi saat tabrakan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Data PT Kereta Api Indonesia (KAI) hingga Selasa (28/4/2026) dini hari, 4 penumpang dinyatakan meninggal.
“Per pukul 01.00 WIB, terdapat 4 orang penumpang KRL yang meninggal dunia,” kata Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin saat meninjau lokasi, Selasa (28/4/2026) dini hari.
Dia menjelaskan, 4 orang tersebut merupakan penumpang KRL CL Line 5568 A.
Sementara, sebanyak 71 penumpang lainnya yang menjadi korban kecelakaan kereta itu dilarikan ke sejumlah RS wilayah Bekasi.
“Diobservasi di empat atau lima rumah sakit itu 71 orang,” kata Bobby.
Sebelumnya jelang Selasa dini hari, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, sebanyak 38 penumpang KRL telah dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Puluhan penumpang itu dirujuk ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, antara lain RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Sementara, kata Anne lagi, seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
“Dalam proses penanganan, KAI bersama Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis bergerak cepat untuk memberikan pertolongan dan memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan secepat mungkin,” ujar Anne.
Dia menambahkan, KAI menyampaikan duka cita mendalam serta belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.








