HARNAS.CO.ID – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tergugah memberi ruang bagi para seniman Tanah Air untuk berkarya di ruang publik. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan kawasan Kota Tua, Jakarta, difungsikan sebagai ruang pertunjukan dan etalase karya seni mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
“Pemprov DKI Jakarta ingin memberi lebih banyak ruang bagi seniman muda untuk berkarya dan tampil di ruang publik,” kata Pramono di Jakarta, dikutip, Rabu (5/11/2025).
Menurut Pramono, pengembangan Kota Tua sebagai pusat seni akan dimulai tahun depan, walaupun proyek MRT yang melintasi kawasan itu baru selesai seluruhnya pada 2029. Wajah Kota Tua sudah cukup siap digunakan sebagai panggung seni setelah area permukaannya rampung pada 2027.
“Mulai dari 2027, MRT itu sudah selesai sampai Monas. Dan dari Monas sampai Kota Tua yang sekarang ini dibangun, semuanya pasti sudah bersih,” katanya.
Meski begitu, Pramono menegaskan, rencana tersebut bukan berarti memindahkan kampus IKJ ke Kota Tua. Kampus tetap berada di Cikini, namun mahasiswa akan diberi akses untuk tampil di Kota Tua agar karya mereka diketahui oleh banyak orang.
“Kalau kemudian ada ruang kuliah ataupun apa yang ada di sana dimanfaatkan, dengan senang hati nanti kami persiapkan,” kata Pramono.
Rektor IKJ Syamsul Maarif menyambut baik rencana tersebut. Pihak kampus sedang menyusun masterplan pengembangan, termasuk integrasi dengan rencana Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali Kota Tua sebagai kawasan budaya.
“Peluang ini akan membuka ruang baru bagi mahasiswa dan seniman muda unjuk karya di ruang kota,” ujar Syamsul.






