HARNAS.CO.ID – Xurya, perusahaan energi terbarukan di Indonesia, mencatat peningkatan finansial yang signifikan sepanjang tahun 2024. Transformasi bisnis yang dijalankan selama beberapa tahun terakhir telah memperkuat posisi Xurya sebagai pemain utama dalam industri energi surya di Indonesia dan menegaskan strategi pertumbuhan untuk tahun 2025 dan seterusnya.
Terkemuka sebagai pionir skema sewa sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tanpa biaya awal di Indonesia, Xurya adalah pengembang (developer) proyek PLTS yang fokus pada klien komersial dan industrial.
Sebagai pengembang proyek, selain instalasi, Xurya juga menawarkan solusi lengkap untuk sistem PLTS: mulai dari penyedia skema rental, studi kelayakan, desain teknis, hingga pengoperasian dan pemeliharaan.
Dalam tiga tahun terakhir, Xurya melakukan transformasi bisnis – dari sekadar pengembang proyek menjadi perusahaan energi terbarukan yang juga memiliki dan mengelola aset PLTS. Kini, transformasi strategis ini terbukti berdampak nyata terhadap peningkatan finansial perusahaan dan memperkuat posisi Xurya sebagai perusahaan energi terbarukan utama di Indonesia yang siap untuk mendukung program swasembada energi nasional kedepannya.
VP Commercial Xurya Adhi Laksmanaputra memaparkan, hasil dari transformasi tersebut telah berbuah manis.
“Gross profit kami naik dari USD 1,01 juta di FY2023 menjadi USD 2,31 juta di FY2024, dengan gross profit margin meningkat signifikan dari 15 persen menjadi 44 persen,” kata Adhi melalui keterangan tertulis, Selasa (14/10/2025).
Tren itu, kata Adhi, menunjukkan transformasi strategi bisnis Xurya telah sukses dan memberikan kami pondasi keuangan yang kokoh untuk maju dengan langkah-langkah strategis berikutnya.
Sementara, Managing Director Xurya Eka Himawan menambahkan, strategi tersebut merupakan bagian dari komitmen Xurya kepada keberlanjutan finansial dan pertumbuhan jangka panjang.
“Selama pandemi, perkembangan proyek PLTS atap mulai pesat. Namun, melihat tersendatnya kegiatan ekonomi secara luas saat itu, kami sadar bahwa keberlanjutan perkembangan bisnis Xurya hanya akan kokoh apabila kami memegang aset PLTS sendiri dengan recurring revenue yang berkualitas,” katanya.
“Kami tahu bahwa transformasi ini tidaklah mudah, butuh waktu, dan akan membawa banyak perubahan internal. Tetapi, seluruh tim manajemen yakin bahwa ini adalah langkah yang terbaik bagi perusahaan,” ujar Eka.
Sejauh ini, Xurya fokus pada pengembangan proyek PLTS untuk bangunan komersial dan industrial di seluruh Indonesia, oleh 100 persen tenaga ahli Indonesia.
Hingga pertengahan tahun 2025, Xurya telah memiliki lebih dari 300 proyek dengan kapasitas hampir 200 MW, bekerjasama dengan lebih dari 170 mitra EPC lokal di berbagai wilayah di Indonesia.
Proyek-proyek ini menghasilkan lebih dari 193 juta kWh energi hijau, atau setara dengan pengurangan emisi karbon sekitar 172.000 ton CO₂ per tahun, dan mendukung terciptanya lebih dari 2.600 lapangan kerja hijau.
Sebagai langkah strategis ke depan, Xurya memperluas fokus bisnis ke segmen PLTS off-grid untuk menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses listrik. Sistem ini memungkinkan pasokan energi mandiri berbasis tenaga surya, dan sudah mulai diterapkan di sektor pariwisata dan perkebunan di daerah terpencil.
Selain itu, Xurya juga telah siap untuk memasuki pasar Independent Power Producer (IPP) sebagai bagian dari dukungan terhadap strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat portofolio energi bersih di Indonesia. Hal ini sejalan dengan target transisi energi nasional yang tercantum dalam RUPTL 2025 – 2034.
“Seperti perusahaan energi lainnya, Xurya tentunya bercita-cita untuk masuk ke sektor IPP dan off-grid sebagai bentuk dukungan yang tertinggi kepada kedaulatan energi nasional. Bayangkan, sistem pembangkit listrik yang dapat berfungsi di lokasi terpencil manapun tanpa bahan bakar! Dengan posisi keuangan yang solid, kini kami dapat merambah ke sektor-sektor tersebut dengan risiko yang minimal bahkan di tengah ketidakpastian global,” ucap Eka menambahkan.
Guna menunjang strategi tersebut, Xurya terus berinvestasi dalam pengembangan teknologi guna meningkatkan efisiensi, reliabilitas, serta transparansi performa sistem PLTS. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kinerja PLTS secara real-time dan memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, dan dengan demikian akan menjadi kunci dalam menjaga efisiensi operasional perusahaan di tengah ekspansi ke daerah-daerah terpencil.
Melihat akhir tahun 2025 dengan optimisme, Xurya menetapkan 2026 sebagai tahun strategis, dengan fokus memperkuat portofolio off-grid dan rencana IPP, menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, serta memperkuat efisiensi operasional melalui inovasi teknologi.
“Kami percaya bahwa transisi energi bukan hanya tentang seberapa banyak pembangunan proyek, namun juga membangun fondasi ekonomi hijau yang tangguh. Dengan dukungan internal, klien, investor, mitra-mitra EPC, dan stakeholders lainnya, kami yakin Xurya akan terus menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia menuju masa depan yang makmur berkelanjutan,” kata Eka.







