HARNAS.CO.ID – Indonesia menegaskan komitmen untuk hadir di garda terdepan dan menjadi bagian dari misi perdamaian internasional di Palestina. Salah satunya melalui kesiapan mengirimkan sebanyak 20 ribu personel pasukan perdamaian ke Palestina.
“Kita perlu menegakkan perdamaian di lapangan dan menciptakan ruang aman sebagai keberhasilan perundingan serta dalam upaya membangun kembali Gaza, (Palestina)” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia (RI) Arrmanatha Christiawan Nasir melalui keterangan tertulis, Kamis (16/10/2025).
Diketahui, Arrmanatha menyampaikan hal itu pada Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina Gerakan Non-Blok (GNB) yang berlangsung di Kampala, Uganda, Rabu (15/10/2025).
Arrmanatha menjelaskan, Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang telah lama dinantikan setelah penderitaan rakyat Palestina yang berkepanjangan.
Ia pun menekankan pentingnya implementasi penuh ‘Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza’ yang diumumkan di Sharm El-Sheikh, Mesir, pada 13 Oktober 2025, sebagai langkah menuju Solusi Dua Negara.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia turut mendorong agar GNB bergerak dan melakukan aksi nyata untuk Palestina, termasuk melalui penyaluran bantuan kemanusiaan, dukungan pembangunan, dan dukungan terhadap proses perdamaian.
Indonesia juga menegaskan aksi nyata guna mendukung rakyat Palestina, antara lain melalui pemberian beasiswa, pelatihan pegawai negeri, peningkatan kapasitas di bidang kesehatan dan pemerintahan, serta bantuan rekonstruksi.
Belum lama ini, Indonesia melakukan langkah konkret melalui kerja sama dengan Organisasi Pangan Dunia (WFP) untuk menyalurkan bantuan pangan bagi warga Gaza.
Pertemuan Tingkat Menteri Komite Palestina Gerakan Non-Blok di Kampala dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Uganda, Odongo Jeje Abubakhar. Odongo merupakan Ketua GNB periode 2024-2027.
Pertemuan juga menghadirkan Menteri Negara sekaligus Wakil Tetap Palestina untuk PBB di New York, Riyad Mansour.
Agenda utama pertemuan ini membahas peran dan kontribusi GNB dalam mendorong perdamaian abadi, kemerdekaan serta pembangunan di Palestina.
Menutup pernyataannya, Wamenlu RI Arrmanatha menekankan, GNB lahir dari perjuangan melawan kolonialisme dan tercinta.
“Berdiri bersama Palestina bukan hanya bentuk solidaritas, melainkan bentuk kesetiaan terhadap prinsip dasar Gerakan Non-Blok itu sendiri. Indonesia tidak akan pernah goyah dalam membela kemandirian, martabat, dan perdamaian abadi bagi Palestina,” ujar Arrmanatha menegaskan.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan, termasuk pengiriman pasukan perdamaian ke Palestina.
“Saya ditanya oleh pihak-pihak yang merupakan pihak katakanlah mediator kunci, Amerika Serikat, dengan Turki, Qatar, Mesir, negara-negara yang langsung berurusan sama Palestina. Mereka bertanya bagaimana kesiapan Indonesia. Kami katakan kami siap,” ujar Presiden Prabowo di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Kesiapan Indonesia mengirim pasukan perdamaian itu seiring langkah Presiden Prabowo yang telah menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza, Palestina di Republik Arab Mesir.










