HARNAS.CO.ID – Kegiatan Arts Lumiere Indonesia Festival: Muslim World Movie Screening 2025 resmi digelar.
Festival itu sendiri merupakan permulaan dari ide besar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat budaya dunia Islam di masa mendatang.
“Hal ini juga sejalan dengan upaya untuk mendekatkan budaya Indonesia dengan budaya negara-negara Islam lainnya sebagai bagian dari diplomasi budaya,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dikutip Sabtu (20/9/2025).
Ia mengemukakan hal itu saat meluncurkan festival tersebut di Djakarta Theater XXI, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat kemarin.
Arts Lumiere Indonesia Festival: Muslim World Movie Screening 2025 mengusung tema “Stories of Peace”.
Festival menampilkan 45 film dari 16 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), terdiri dari 17 film feature dan 28 film pendek.
Perhelatan ini menjadi panggung bagi para sineas negara anggota OKI untuk menampilkan film-film produksi mereka sehingga dapat merefleksikan kebudayaan negaranya.
Melalui kekuatan sinema, publik diajak menyelami kehidupan dari berbagai latar budaya, bahasa, dan sejarah yang disinggung pada nilai-nilai universal Islam.
Duta Besar Bahrain untuk Indonesia Ahmed Abdullah Ahmed Alharmasi yang turut hadir dalam peluncuran festival film itu, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan Arts Lumiere Indonesia Festival 2025.
Festival ini diharapkan mampu melestarikan dan memperkenalkan lebih luas peradaban Islam.
“Arts Lumiere Indonesia Festival
merupakan festival yang berkelanjutan dan tahun depan akan mencakup mencakup produk budaya lainnya seperti kuliner, musik, seni budaya dan sastra,” katanya.
Sementara, Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati mengatakan, festival ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan integrasi antara Indonesia dan dunia Islam yang saat ini peta jalannya tengah dikembangkan oleh Kemlu RI.
Adapun Ketua Umum Persatuan Perusahaan Film Indonesia, Deddy Mizwar turut berharap agar persahabatan dapat terus terjaga dan meningkatkan kerja sama negara-negara OKI dengan Indonesia di bidang produksi, pemasaran, dan lainnya.
Senada, Direktur Utama PT PFN, Riefian Fajarsyah mendorong Arts Lumiere Indonesia Festival 2025 dapat menjadi wadah yang inspiratif yang mempererat persahabatan. Termasuk, memperluas pemahaman budaya yang menghasilkan pesan damai melalui bahasa universal, yaitu film.
Sebagai rangkaian dari acara pembukaan ini, Wamenlu Anis Matta juga menjadi pembawa acara Movie Soiree, diskusi bersama para pelaku industri perfilman membahas diplomasi film dan upaya menjadikan Jakarta sebagai pusat kebudayaan dunia Islam antarnegara anggota OKI.
Diketahui, pembukaan Arts Lumiere Indonesia Festival: Muslim World Movie Screening 2025 dihadiri sekitar 200 orang yang di antaranya termasuk sahabat Duta Besar Negara dan anggota OKI, perwakilan komunitas film seperti Christine Hakim, Neno Warisman, dan Dedi (Mi’ing) Gumelar, serta mitra-mitra lainnya di bidang perfilman.
Arts Lumiere Indonesia Festival: Muslim World Movie Screening 2025 diselenggarakan di empat lokasi yaitu Djakarta Theater, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Galeri Nasional, dan Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada tanggal 19 – 21 September 2025.
Selain pemutaran film, diadakan juga kegiatan diskusi film. Kegiatan ini gratis dan terbuka untuk umum, termasuk untuk acara penutupan pada 21 September 2025.










