HARNAS.CO.ID – Seorang pria berinisial AS (30) ditangkap polisi usai membunuh istrinya berinisial FF (36) di sebuah rumah kontrakan kawasan Jalan Sepat, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), Selasa (3/9/2024) malam. Mencuat dugaan, pelaku kesal lantaran dicueki saat sakit.
“Awal diketahuinya kejadian Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari saksi tetangga korban dan kini pelaku sudah diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Kapolsek Pasar Minggu Kompol Anggiat Sinambela, Rabu (4/9/2024).
Anggiat menjelaskan, berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, pelaku dan korban sudah terlibat cekcok sejak pertengahan Juli 2024. Saat itu, pelaku menduga istrinya selingkuh. Selanjutnya, korban dan anak laki-lakinya yang masih berusia 5 tahun memilih pergi ke Medan, Sumatera Utara. Setelah satu pekan di Medan, Anggiat menuturkan, korban menuju wilayah Kerinci, Provinsi Jambi.
Pelaku lalu menghubungi istrinya itu dan membujuk kembali ke Jakarta.
“Isterinya sepakat pulang, lalu suami (pelaku) membelikan tiket sebagai transportasi isteri pulang dari Jambi ke Jakarta,” ujar Anggiat.
Singkat cerita, pasangan suami istri (pasutri) itu kemudian kembali hidup satu atap di rumah kontrakan kawasan Jalan Sepat, Kebagusan, Pasar Minggu, Jaksel. Singkat cerita pada Selasa malam, pelaku mengaku sakit dan diduga meminta korban untuk mengurus dan memperhatikannya. Namun, pria itu geram lantaran diduga permintaan itu tak dipenuhi sang istri. Cekcok pun tak bisa dihindari.
“Pelaku menjadi kesal, terjadi cekcok. Iya, marahlah suami dan ribut dengan istrinya. Korban juga menyebut ada terlontar kata-kata ingin cerai, buat pelaku kesal,” ucap Anggiat.
Pelaku merasa sakit hati dan marah kepada korban sehingga membanting telepon seluler miliknya.
“Kemudian pelaku keluar kontrakan berpura-pura membeli minuman segar, lanjutnya, padahal pelaku mengambil sebilah pisau di rumah orangtuanya tak jauh dari kontrakan itu. Lalu pelaku kembali ke kontrakan yang sudah dalam keadaan gelap karena lampu telah dimatikan,” kata Anggiat.
Pelalu lalu menusuk korban yang saat itu hendak tidur. Tubuh wanita malang itu ditusuk hingga lima kali. Tak ayal, korban
pendarahan. Nyawa perempuan tersebut tak terselamatkan meski sempat dibawa oleh kerabatnya ke Puskesmas Pasar Minggu.
Sedangkan pelaku yang notabene suami korban masih menenteng pisau di lokasi kejadian. Warga sekitar lalu beramai-ramai menyergapnya dan menyerahkan ke polisi dari Polsek Pasar Minggu.
“Untuk jenazah korban dilakukan autopsi, adapun pelaku masih dilakukan pemeriksaan dan motif didalami,” ujar Anggiat menambahkan.
Penulis: Aria Triyudha










